Curhat Sekuriti Bandara Bali Sebab Bertato-Tindik Diancam Pecat

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 22:46 WIB
Petugas melintas di area Terminal Internasional menjelang pembukaan kembali penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (13/10/2021). Bandara Ngurah Rai akan dibuka kembali untuk melayani penerbangan internasional pada Kamis (14/10) besok. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
Bandara I Gusti Ngurah Rai (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)


Penjelasan AP I

PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengklarifikasi curhatan sekuriti yang mengaku terancam dipecat karena memiliki tato dan tindik. Para sekuriti itu bukan dipecat atau diberhentikan, melainkan kontrak mereka akan habis pada Desember mendatang.

"Sebenarnya itu bukan dipecat atau diberhentikan, tapi kontrak mereka itu sebenarnya habis di akhir Desember ini, 31 Desember mereka habis masa kontraknya," kata Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, saat dihubungi detikcom, Selasa (23/11/2021).

Karena kontrak kerja para sekuriti tersebut habis pada 31 Desember 2021, mereka harus melakukan seleksi ulang untuk mendapatkan kontrak baru mulai 1 Januari 2022.

Adapun soal syarat bertato dan bertindik bukan untuk seleksi ulang bagi karyawan yang ada saat ini, melainkan untuk seleksi baru jika PT Angkasa Pura Supports membuka lowongan pekerjaan baru.

"Mereka tidak bisa (langsung) lanjut. Mereka harus seleksi ulang. Dan bertato dan bertindik itu bukan kepada mereka yang seleksi ulang, tetapi kepada calon pegawai baru ketika nanti kami membuka lowongan pekerjaan atau membuka rekrutmen baru. Bukan kepada mereka yang saat ini akan melakukan seleksi ulang," terang Taufan.

Meskipun bertato dan bertindik, para petugas sekuriti tersebut tetap bisa mengikuti seleksi ulang. Namun masalah hasil seleksi ulang nantinya kembali lagi bergantung pada hasil tes mereka masing-masing.

Taufan menjelaskan, seleksi ulang dilakukan karena kebutuhan operasional dan kondisi perusahaan sudah menurun. Dia mengakui bahwa perusahaan juga terdampak pandemi COVID-19.

"Jadi karena kebutuhan operasional kami sudah turun, dan karena kemampuan perusahaan kami (dalam) kondisi seperti sekarang, makanya kami harus melakukan seleksi ulang," terang Taufan.