Keamanan Jakarta Setahun Terakhir di Mata Warga

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 15:42 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat jumpa pers penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi, Senin (29/3/2021)
Foto: Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Tahun 2021 merupakan tahun yang berat karena pandemi masih mendera, termasuk di Ibukota Jakarta. Sejumlah elemen warga Jakarta buka suara mengenai situasi keamanan dalam satu tahun terakhir.

Dalam satu tahun terakhir ini pula, genap 12 bulan Irjen Fadil Imran menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Sebelum menjadi 'PMJ 1', Fadil sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Salah satu anggota komunitas sepeda Bike to Work, Agus Yulianto merasakan dalam satu tahun terakhir, Jakarta terasa lebih aman, setidaknya untuk kalangan pesepeda.

"Saya ngalamin bahwa kejahatan terhadap pesepeda, polisi berhasil mengantisipasi dengan baik. Termasuk tindakan preventifnya, beberapa polsek di wilayah kejadian seperti Tanah Abang, Gelora (Gelora Bung Karno) memasang spanduk 'Awas Copet dan Jambret!" kata Agus Yulianto kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

Agus melihat polisi juga telah berada di titik-titik rawan kejahatan dan kecelakaan. Agus kemudian menyarankan agar polisi lalu lintas disiagakan lebih pagi di jalan.

"Kadang-kadang kejadiannya terlalu pagi, misalnya pukul 5.30 atau 05.00 WIB lebih. Sedangkan polisi baru aktif di jalan pukul 06.00 WIB. Kadang penjahat lebih pagi dari polisinya, nah itu," ujar Agus.

Dia juga mengapresiasi kebijakan Fadil yang memberikan toleransi pada warga yang menggunakan sepeda untuk transportasi ke kantor di masa PPKM. "Berhasil memberikan pengecualian terhadap para pekerja yang ke kantor menggunakan sepeda sebagai alat transportasi secara bertahap sesuai level PPKM itu udah bagus," sambung dia.

Dia berharap ke depannya kebijakan-kebijakan terkait pesepeda lebih tersosialisasikan di level polisi lapangan. Agus menuturkan beberapa kali polisi di lapangan tak mengikuti perkembangan aturan terbaru soal pesepeda.

"Kalau yang saya alami kadang kebijakan Kapolda di media itu nyampe di petugas lapangan ada jeda. Jadi misalnya Kapolda konpers atau infokan di televisi bahwa besok Sudirman-Thamrin sudah boleh dilewati sepeda yang aktivitas ke kantor. Nah itu petugas yg dilapangan belum terinformasi arahan Kapolda tersebut sehingga saya buka (dan tunjukkan) berita (online) dulu. Akhirnya saya boleh lewat," ungkap Agus.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.