4 dari 5 Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Langgar Aturan

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 14:15 WIB
Bangunan di atas saluran air di Kemang, Jaksel.
Bangunan di atas saluran air di Kemang, Jaksel. (Nahda Rizki Utami /detikcom)
Jakarta -

Bangunan yang berada di atas saluran air di Kemang, Jakarta Selatan, diduga menjadi pemicu banjir di kawasan tersebut. Empat dari lima bangunan itu terbukti melanggar aturan.

Awalnya, Lurah Bangka Firdaus Aulawy menyebutkan sebanyak lima bangunan yang berdiri di atas saluran air di Kemang. Setelah dilakukan pengecekan, Firdaus menjelaskan kembali empat dari lima bangunan melanggar aturan.

"Dari surve kami yang melanggar 4 dari 5 bangunan ruko, 4 yang melanggar," kata Lurah Bangka, Firdaus Aulawy di lokasi, Selasa (23/11/2021).

Firdaus juga mengatakan keempat bagian dari bangunan itu berdiri di atas saluran air. Diduga hal itu menjadi pemicu banjir di kawasan Kemang.

"Ada bagian dari bangunan yang berdiri di atas saluran. Yang empat itu," jelas Firdaus.

Keempat bangunan yang melanggar aturan itu adalah kafe, bengkel, bangunan kosong, dan kantor. Sedangkan satu bangunan yang tidak melanggar itu adalah kafe.

Diketahui sebelumnya, sebuah bangunan kafe yang berdiri di atas saluran air di Kemang Utara, Jakarta Selatan, menjadi sorotan. Sekda DKI Jakarta Marullah Matali mengatakan dirinya sudah berkoordinasi ke masing-masing wali kota untuk menindak tegas bangunan yang masih berdiri di atas saluran air.

"Udah saya perintahkan ke para wali kota, bukan (Jakarta) Selatan saja, semuanya saya katakan diinventarisir," kata Marullah kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

Sementara itu, untuk kafe yang di Kemang, Marullah menyebut Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin sedang menyelesaikannya. Dia mengatakan bangunan itu menjadi salah satu faktor banjir.

"Itu Wali Kota lagi rapihin, tidak boleh itu. Waduh kita marah bener gara-gara itu memang jadi banjir," ujarnya.

Selanjutnya, Marullah mengungkapkan masih terdapat masyarakat mendirikan bangunan di atas saluran secara diam-diam. Kini pihaknya sudah berkoordinasi sesuai perintah Gubernur DKI Anies Baswedan untuk masalah tersebut.

"Kadang-kadang masyarakat itu umpeten-umpeten gitu kan, kita kan nggak lihat di seluruh, semua pojok Jakarta. Kadang-kadang nggak kelihatan. Teman-teman sudah komitmen kemarin. Kemarin saya sudah perintahkan, sesuai perintah Pak Gubernur juga," ujarnya.

Bangunan di atas saluran air di Kemang, Jaksel.Bangunan di atas saluran air di Kemang, Jaksel. (Nahda Rizki Utami /detikcom)
(aud/aud)