Kala Takut Rentenir Bikin Eks Penyidik KPK Ditegur soal Ngarang Cerita

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 09:55 WIB
AKP Stepanus Robin Pattuju
AKP Robin (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim yang mengadili kasus suap mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju atau Robin dibuat geram oleh Robin. Hakim menegur Robin yang dinilai telah mengarang cerita tentang sosok rentenir yang ditakutinya.

Teguran itu dilontarkan hakim saat Robin diperiksa sebagai terdakwa sekaligus saksi untuk terdakwa Maskur Husain di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (22/11). Saat itu Robin mengubah sekaligus membantah keterangannya berkaitan dengan penerimaan uang dari Aliza Gunado melalui mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Jaksa KPK awalnya mengonfirmasi ke Robin apakah pernah menerima uang dari Aliza Gunado. Robin mengaku tidak pernah, kemudian jaksa membacakan BAP Robin saat diperiksa penyidik yang mengatakan berbalik dengan keterangan di sidang.

Berikut BAP yang dibacakan jaksa saat itu:

BAP: Sekitar 1-2 hari kemudian Maskur menghubungi saya dan mengatakan Aliza Gunado akan menjadi tersangka dan meminta untuk menyiapkan Rp 1,5 miliar. Setelah Maskur menyampaikan permintaan tersebut, maka malam hari bertemu dengan Azis Syamsuddin di rumah dinas beliau, dan pada saat itu saya menyampaikan Aliza akan menjadi tersangka agar menyiapkan uang Rp 1,5 miliar karena Aliza Gunado akan jadi tersangka.

Azis syamsuddin lalu mengatakan akan menyampaikan ke Aliza Gunado lalu saya mengatakan permintaan DP Maskur Husain sebesar Rp 300 juta lalu Azis berkata saya minta nomor rekening lalu saya berikan nomor rekening saudara Maskur setelah itu saya meninggalkan rumah dinas Azis Syamsuddin. Kemudian Azis menghubungi saya melalui aplikasi signal, kemudian mengatakan akan kirim uang Rp 200 juta ke rekening saudara Maskur Setelah Azis meminta rekening mandiri lalu saya carikan rekening mandiri atas nama Angga Yudistira, rekening itu saya minta dari Riefka Amalia

Dan mengatakan ke Riefka akan ada yang mengirim uang ke rekening tersebut. Azis lalu menghubungi lewat aplikasi signal dan mengatakan ke saya 'ini sudah saya kirim kirim Rp 100 juta', ya sudah nanti kami cek dulu setelah itu saya hubungi Riefka minta dicek, dan Riefka mengatakan sudah ada uang masuk Rp 100 juta, dan lalu Riefka mentransfer uang tersebut ke rekening BCA yang ATM-nya ada di saya.

Kira-kira seminggu kemudian saya dipanggil Azis ke rumah dinasnya, saya ke rumah Azis bersama Agus Susanto, setelah tiba di rumah dinas saya turun sendiri dan Agus menunggu di mobil lalu Azis mengatakan ini titipan Aliza Guando sambil menyerahkan amplop warna cokelat berisi uang dolar Singapura, tapi saya lupa berapa jumlah lembar dolar Singapura itu. Setelah saya menerima uang, lalu saya hubungi Maskur, dan mengatakan uang dalam dolar Singapura. Maskur lalu mengatakan agar menukar dulu uang money changer di Gajah Mada, hasil penukaran uang dolar Singapura itu senilai Rp 1,5 miliar.

Terkait BAP itu, Robin mengakui pernyataan di BAP itu adalah pernyataan dia saat diperiksa penyidik. Namun, Robin mengaku terpaksa menyampaikan itu karena ketakutan kepada seseorang bernama Nanang.

"Dari mana tahu sehingga bisa menerangkan seperti itu?" tanya jaksa KPK.

"Saya ketakutan terhadap orang yang kasih pinjaman uang, yaitu Nanang, karena saya berpikir kalau saya buka keterangan soal Nanang akan membahayakan nyawa saya," kata Robin.

"Kenapa di persidangan untuk umum membuka Nanang?" ucap jaksa.

"Saya merasa keluarga saya sudah aman," kata Robin.

Nanang sendiri di persidangan ini tidak terungkap sosoknya. Robin hanya menyebut Nanang adalah seorang rentenir yang memiliki teman preman.

Nanang, kata Robin, adalah orang yang meminjamkan uang ke Robin. Dia pun membantah kalau dia menerima uang dari Aliza Gunado melalui Azis sebagaimana BAP tersebut.

Robin sendiri saat ini tidak tahu Nanang itu di mana. Dia mengaku hanya pernah bertemu Nanang di salah satu supermarket yang letaknya disamping gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Saya tidak tahu dia (Nanang) di mana dan saya tidak mencoba mencari. Nanang pernah ke kantor ke KPK mencari saya di April awal, di Pojok Halal, saya bilang bertemu Pojok Halal, April 2021, terancam nyawa keluarga saya karena saya tahu Nanang bergaul dengan preman," ucapnya.

"Polisi kok takut sama preman?" tanya jaksa.

"Kan saya tidak bisa 24 jam menjaga keluarga saya," kata Robin.

Lihat juga video 'KuTips: Cara Jitu Bebas dari Rentenir Pinjol Ilegal':

[Gambas:Video 20detik]



Simak pada halaman berikut AKP Ronin disebut mengarang cerita.