Kontroversi MUI DKI Bentuk Cyber Army Bela Ulama-Anies

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 21:05 WIB
kejahatan cyber
Ilustrasi cyber army (Foto: Internet)

Munahar menjelaskan tim siber itu dibentuk atas inisiatif MUI DKI. Dia menepis pembentukan tim karena berkaitan dengan dana hibah Rp 10,6 miliar dari APBD DKI.

"Maka ada inisiatif dari kami untuk coba buat semacam cyber army untuk meng-counter berita-berita tersebut, terutama dalam membela umat dan ulama atau dalam kata lain beramar makruf nahi mungkar karena itu adalah salah satu tugas MUI. Jadi tidak ada hubungannya dengan dana hibah," ucapnya.

Dia juga menyebut orang-orang yang mengaitkan hibah Rp 10,6 miliar dengan cyber army tidak mengenal MUI. Dia menyebut hibah itu bukan untuk pembentukan cyber army.

"Hibah hanya diperuntukkan melaksanakan program-program kerja serta operasional MUI dari tingkat provinsi, kota, kecamatan, selanjutnya juga untuk tingkat kelurahan," ujarnya.

"Yang menghubungkan pembuatan cyber army dengan dana hibah itu hanya orang-orang yang tidak paham tentang MUI dan tugas serta program-program MUI," sambungnya.

Respons Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah merespons polemik ini. Apa kata Anies?

"Saya komentar Jakarta saja," kata Anies saat dimintai tanggapan terkait pembentukan tim siber oleh MUI di Museum Nasional, Jakarta.



Simak Video "PPP-PKB Kritik Langkah MUI DKI Bentuk Tentara Cyber Bela Anies"
[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)