MUI DKI Bikin Cyber Army Bela Ulama-Anies, MUI Ingatkan Jangan Hoax-Fitnah

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 08:22 WIB
Ketua MUI Bidang Pengkajian dan Penelitian, Prof Utang Ranuwijaya (dok. pribadi)
Ketua MUI Bidang Pengkajian dan Penelitian Prof Utang Ranuwijaya (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta membentuk tim siber untuk melawan buzzer yang menyerang ulama dan Gubernur DKI Anies Baswedan. Rambu-rambu fatwa MUI dinilai perlu menjadi acuan.

"Rambu-rambu dari Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Pedoman Bermuamalah dalam Medsos harus menjadi acuan utama, dan dari UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU ITE sebagaimana yang telah diubah menjadi UU Nomor 19 Tahun 2016 harus betul-betul menjadi acuan bagi berdirinya cyber army yang akan didirikan oleh MUI DKI itu," ujar akademisi, peneliti, dan pemerhati sosial yang juga Ketua MUI Bidang Pengkajian dan Penelitian, Prof Utang Ranuwijaya, saat dihubungi, Jumat (19/11/2021).

Dia menuturkan rambu-rambu fatwa MUI perlu diperhatikan agar tujuan dapat tercapai tanpa menimbulkan hal negatif. Selain itu, konten negatif, seperti hoax, fitnah, hingga menghasut, juga perlu dihindari.

"Hal ini agar tujuan amar makruf nahi mungkar melalui medsos bisa tercapai dengan baik, efektif, dan efisien tanpa menimbulkan ekses negatif. Oleh karena itu, konten-konten yang berupa hoaks, fitnah, ujaran kebencian, menghasut, meneror, dan lain-lain yang bersifat negatif mestinya dihindari," tuturnya.

Utang mengatakan pendirian cyber army oleh MUI DKI dinilai cukup tepat dan strategis. Sebab, menurutnya, hal ini sesuai dengan kondisi masyarakat dunia yang berlomba menyampaikan pesan kepada publik melalui medsos.

"Rencana pendirian cyber army oleh Ketua MUI DKI untuk tujuan amar makruf dan nahi mungkar di era disrupsi digital seperti sekarang ini, menurut hemat saya, cukup tepat dan strategis sesuai situasi dan kondisi masyarakat dunia. Di mana masyarakat berlomba-lomba memanfaatkan dunia maya (medsos) untuk berkomunikasi, menyampaikan pesan, dan menciptakan pengaruh kepada publik secara global," kata Utang.

"Sejatinya ada tujuan lain selain untuk amar makruf nahi mungkar yang urgen bagi kepentingan agama, yakni tujuan dakwah dan pendidikan, tujuan menangkal upaya penyesatan, menangkal penistaan, dan menangkal upaya pemurtadan. Karena konten-konten yang terkait dengan masalah di atas sangat marak dan terbuka pada dunia maya," sambungnya.

Diketahui MUI DKI membentuk tim siber. Hal itu guna melawan buzzer yang menyerang ulama.

Lihat Video: Aksi Bela Ulama di Solo Tuntut Pembubaran Densus 88

[Gambas:Video 20detik]