Dinsos Tangerang Selatan Labeli 7.916 Rumah Warga Miskin, Ada Apa?

Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 16:14 WIB
Ilustrasi rumah
Foto: Ilustrasi rumah (Getty Images/iStockphoto/BrianAJackson)
Jakarta -

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan label bantuan kepada 7.916 keluarga atau rumah warga miskin. Pelabelan itu disebut bertujuan untuk memonitor dan mengevaluasi pemberian bantuan.

"Labelisasi kita prioritas bagi KPM PKH jumlahnya ada 7916 KK di Kota Tangsel," kata Kadinsos Kota Tangsel Wahyunoto Lukman saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/11/2021).

Selain bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH), Wahyunoto mengatakan masih ada bantuan lain, seperti Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Bantuan Sembako Pangan (BSP), Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS, dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Selain KPM PKH, masih ada KPM BSP sembako, PBI BPJS, KIP untuk prioritas bagi KPM PKH karena program PKH harus mampu menggraduasi keadaan rumah tangga tidak terjebak di bawah garis kemiskinan atau prasejahtera selamanya," jelas Wahyunoto.

Untuk saat ini, jelas Wahyunoto, Dinsos Tangsel memberikan labelisasi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) terlebih dahulu. Wahyunoto juga mengatakan labelisasi bertujuan sebagai monitor dan evaluasi pemberian bantuan.

"Saat ini kita beri labelisasi kepada KPM PKH terlebih dahulu," imbuh Wahyunoto.

"Memang mereka selama ini sudah menerima bantuan sosial, maka labelisasi selain bertujuan sebagai monitor dan evaluasi keberadaan dan keadaan faktual mereka," tambahnya.

Terakhir, Wahyunoto juga mengatakan tujuan pelabelan rumah warga untuk memberikan pesan moral apabila ada warga yang lebih mampu. Menurut Wahyu, sebaiknya warga yang mampu mengundurkan diri sebagai Keluarga Penerima Manfaat.

"Juga memberi pesan moral apabila yang bersangkutan keadaannya masih lebih baik dari keluarga lain yang lebih miskin atau tidak mampu sebaiknya mengundurkan diri keluar sebagai KPM dan bisa dialihkan kepada yang lainnya karena memang kuota sudah ditentukan," tutur Wahyunoto.

(aud/aud)