Ketua DPD RI Dapat Gelar Kehormatan Adat dari Kerajaan Muna

Atta Kharisma - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 15:33 WIB
Ketua DPD RI Mendapat Gelar Kehormatan Adat dari Kerajaan Muna
Foto: DPD
Jakarta - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendapatkan gelar kehormatan adat dari Kerajaan Muna. Gelar dibacakan oleh Sekretaris Lembaga Adat Muna Abdul Azis Fuadi yang dilanjutkan dengan penganugerahan piagam adat dilakukan oleh Bonto Balano (Perdana Menteri) Kerajaan Muna Gempar mewakili Raja Muna ke-27 Paduka Yang Mulia La Ode Sirad Imbo.

Gelar 'Sangia Ambona Wawoangi' yang diberikan kepada LaNyalla memiliki makna orang terhormat dan dihormati yang merupakan putra terbaik dari Indonesia Timur. Ketua Lembaga Adat Muna yang diwakili oleh La Ode Ruslan Ibu, mengatakan Ketua DPD RI merupakan putra terbaik bangsa yang berasal dari Sulawesi dan Indonesia timur.

"Kami menghormati beliau dengan memberikan gelar tertinggi dan menjadi bagian dari Kerajaan Muna," kata La Ode Ruslan Ibu dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/11/2021).

La Ode Ruslan Ibu menjelaskan bahwa gelar Sangia Ambona Wawoangi memiliki tiga makna.

"Sangia adalah pemimpin yang dihormati, disegani, arif, bijaksana dan disegani. Kemudian Ambona diambil dari nama Raja ketiga Muna, Sugi Ambona, ayahnya yang berasal dari bahasa Bugis Makassar. Ini kaitannya dengan Ketua DPD RI yang dari Bugis. Lalu Wawoangi berasal dari bahasa Muna dan Buton berarti Timur. Dalam hakekatnya sebagai Nusantara, beliau mewakili Indonesia timur," jelasnya.

Anugerah gelar ini secara hakekat juga merupakan bentuk ikatan kekeluargaan antara Muna dan Bugis-Makassar. Hubungan kekeluargaan itu sudah terjalin sejak dulu. Hal ini ditandai keberadaan Saweri Gading dan Sugi Ambona, Raja Muna dahulu.

"Semoga sampai nanti kekerabatan dan kekeluargaan terus berlangsung," sambung La Ode Ruslan Ibu.

Menerima gelar tersebut, LaNyalla hadir bersama dengan senator Andi Muh. Ihsan (Sulsel), Andi Nirwana, Wa Ode Rabia Al Adawiya dan Amirul Tamim (Sultra), Fachrul Razi (Aceh), Sekjen DPD RI Rahman Hadi dan Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin. Hadir juga dalam acara itu Bupati Muna La Ode Rusman Emba, Forkopimda Kabupaten Muna, Lembaga Adat Muna, seluruh Camat, Kepala Desa dan Lurah.

Sementara itu, Bupati Muna La Ode Rusman Emba menjelaskan kehadiran Ketua DPD RI merupakan berkah tersendiri bagi Kabupaten Muna.

"Kami berterima kasih Ketua DPD RI dan anggota DPD datang ke Muna. Kami memang merindukan figur-figur pemimpin bangsa untuk mengenal dan melihat Muna lebih jauh dengan segala potensinya," katanya.

Ia juga mengungkapkan apresiasi yang besar kepada LaNyalla yang sangat berkomitmen besar dalam memperjuangkan kesejahteraan daerah, salah satunya sektor budaya.

"Bersyukur Ketua DPD RI yang juga didaulat oleh kerajaan dan Kesultanan Nusantara sebagai Datuk Yang Di-Pertuan Junjungan Negeri, dengan semangat dalam keterlibatan dan konsennya secara khusus terhadap budaya yakni eksistensi Kerajaan dan Kesultanan Nusantara, kami yakin keberadaan budaya dan tradisi Nusantara akan semakin lestari. Juga akan diperhitungkan dalam pembangunan bangsa," tuturnya.

Menurut La Ode Rusman Emba, penanganan yang diberikan oleh pemerintah pusat masih belum maksimal.

"Di sini masih perlu banyak penanganan dari Pusat. Makanya kita berharap aspirasi daerah Muna agar diperjuangkan oleh Ketua DPD RI," ujarnya.

Terkait keberadaan kerajaan dan kesultanan Nusantara, LaNyalla menyatakan akan memperjuangkan aspirasi dan amanat para Raja dan Sultan Nusantara dalam Deklarasi Sumedang.

"Karena ada tiga penting perlunya keterlibatan aktif pemerintah dalam hal ini. Yaitu menyangkut revitalisasi Kerajaan dan Kesultanan Nusantara. Kemudian keterlibatan kementerian dan lembaga dalam penguatan budaya Nusantara. Selain itu perlunya pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk melibatkan Kerajaan dan Kesultanan Nusantara dalam penyusunan rencana pembangunan daerah," pungkasnya. (fhs/ega)