Saat Ketua DPD RI Wujudkan Mimpi Tetua Kampung di Muna

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 23:10 WIB
LaNyalla di Muna
Foto: DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan rombongan senator menghadiri doa Haroa atau syukuran penemuan mata air di Upemuna, Tongkuno, Kabupaten Muna. Diketahui, penemuan mata air ini sebelumnya telah dimimpikan oleh tetua kampung setempat bernama Lantohe.

Lantohe mengungkap mimpi itu sudah terjadi 5 tahun lalu. Namun, baru-baru ini ia ceritakan kepada Bupati Muna, La Ode Muhammad Rusman Emba.

"Saya bermimpi ditemui orang seperti Pak Soekarno. Dia minta saya mengibarkan bendera pusaka. Saya tanya, mana tiangnya. Lalu saya diberi tiang, yang seperti diberikannya di lokasi ini, di tempat ketemunya mata air," ujar Lantohe dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11/2021).

Lantohe mengatakan ia sempat berpikir bahwa akan ada sesuatu di sini. Rupanya benar, akhirnya beberapa tahun kemudian ditemukan mata air pertama.

"Tapi yang kemudian jadi pertanyaan. Orang yang memberi tiang adalah pemimpin bangsa. Tapi saya pikir, Pak Karno kan sudah tidak ada. Artinya ada pemimpin bangsa lainnya yang akan hadir di sini. Rupanya Pak LaNyalla, Ketua DPD RI yang hadir," katanya.

Oleh karena itu, Lantohe menganggap kedatangan LaNyalla di Muna ibarat mimpi yang terwujud. Dalam kesempatan ini, LaNyalla pun menyampaikan harapannya agar hadirnya air tanah yang sangat dinanti ratusan tahun oleh warga setempat dapat membawa berkah bagi kehidupan masyarakat dan membawa kemajuan secara ekonomi.

LaNyalla pun meminta masyarakat untuk selalu mendukung program pemerintah daerah. Ia juga meminta Pemkab agar dapat selalu melibatkan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan Muna.

Sementara itu, Bupati Muna, La Ode Muhammad Rusman Emba yang hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa mata air yang ditemukan merupakan mata air pertama di daerah tersebut.

"Ditemukan secara tidak sengaja saat pekerja menggali tanah untuk tiang listrik. Dari sebanyak 213 tiang yang ditanam ada 1 tiang yang lubangnya mengeluarkan air," ujar La Ode.

Ia menjelaskan mata air tersebut kemudian dibor hingga sedalam 133 meter dan terus mengeluarkan air tanpa henti.

"Desa Upemuna ini merupakan daerah peradaban kerajaan Muna. Sejak dulu kesulitan air bersih. Dengan adanya mata air ini, kami meyakini akan membawa keberkahan. Akan membawa kemajuan bagi masyarakat. Jadi kalau di Makkah ada air zam-zam di Muna ada air Sangia Nowite," terangnya.

Ke depannya, ia berencana air dari mata air ini tidak hanya untuk minum dan kebutuhan sehari-hari lainnya, tapi juga digunakan untuk pertanian juga.

"Kami di Pemkab sedang mengembangkan pertanian jagung. Air ini nanti akan dipakai juga untuk perkebunan jagung tersebut. Petani hanya siapkan lahan, bibit dan lainnya dari Pemkab Muna," tambahnya.

Sebagai informasi, prosesi Haroa atau tasyakuran penemuan mata air itu dilakukan dengan acara doa oleh Dewan Syara Masjid Tua Kerajaan Muna, perangkat kerajaan yang mengurusi soal agama. Kegiatan ini dihadiri pula oleh senator Amirul Tamim, Wa Ode Rabia Al Adawiya, Andi Nirwana (ketiganya asal Sultra), Andi M Ihsan dan Lily Amelia Salurapa (Sulsel), Fachrul Razi (Aceh), Sekjen DPD RI Rahman Hadi, dan Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin.

(ncm/ega)