13 Rumah Retak Akibat Pergerakan Tanah di Ciamis

Dadang Hermansyah - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 11:37 WIB
Hujan deras yang mengguyur Ciamis, Jawa Barat, dengan intensitas tinggi menimbulkan pergerakan tanah di Desa Sindangbarang, Kecamatan Panumbangan. Akibatnya 13 rumah warga mengalami retak-retak.
Tembok rumah warga yang retak akibat pergerakan tanah di Ciamis. (Foto: Dok.BPBD Ciamis)
Ciamis -

Hujan deras yang mengguyur Ciamis menimbulkan pergerakan tanah di Desa Sindangbarang, Kecamatan Panumbangan. Kejadian itu mengakibatkan 13 rumah warga mengalami retak-retak.

Pergerakan tanah mulai terlihat pada Kamis (18/11). Kemudian terus mengalami pergerakan hingga tembok rumah retak.

Kabid Darlog BPBD Ciamis Memet Hikmat membenarkan kejadian pergerakan tanah tersebut. Pihaknya telah menerima laporan dari aparat desa setempat.

"Kejadian di Desa Sindangbarang, akibat intensitas hujan cukup tinggi secara berturut-turut dalam beberapa hari. Sehingga menyebabkan lapisan tanah di bawahnya longsor, warga menyebutnya pergerakan tanah," ujar Memet, Sabtu (20/11/2021).

Pusdalops BPBD Ciamis terjun ke lokasi kejadian dan melakukan asesmen. Hasilnya ada 13 rumah yang mengalami retak pada bagian dinding dan lantai. Lebar retakan berkisar 3-4 sentimeter.

"Sebanyak 13 rumah itu masih bisa ditinggali, kecuali ada dua rumah yang saat hujan untuk antisipasi tidak ditempati penghuni rumah. Sementara mengungsi ke saudara terdekat," kata Memet.

Memet menginformasikan saat ini tengah terjadi fenomena hidrometeorologi. Hal itu ditandai dengan tiga gejala alam, yakni hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama, angin kencang dan petir. Kondisi tersebut diprediksi terjadi mulai Oktober 2021 hingga April 2022.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada. Perhatikan lingkungan sekitar, bersihkan selokan dan saluran air. Bila terjadi potensi bencana segera lapor kepada aparat setempat kemudian diteruskan ke BPBD Ciamis. Agar penanganan cepat bisa dilakukan," ujar Memet.

(bbn/bbn)