BPBD Bantul: 12 Titik Longsor di Imogiri dalam Semalam

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 10:59 WIB
Tanah longsor terjadi di sejumlah titik di Kapanewon Imogiri, Bantul, Kamis (18/11) malam-Jumat (19/11) pagi.
Tanah longsor terjadi di sejumlah titik di Kapanewon Imogiri, Bantul, Kamis (18/11) malam-Jumat (19/11) pagi. (Foto: dok. BPBD Bantul)
Bantul -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, DIY, mencatat ada 12 titik tanah longsor yang terjadi di Kapanewon Imogiri. Peristiwa itu terjadi dalam semalam atau satu malam.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Bantul Agus Yuli Herwanta mengatakan, belasan titik tanah longsor itu tersebar di empat kalurahan yakni Sriharjo, Karangtengah, Wukirsari dan Selopamioro.

"Jadi akibat hujan deras itu 12 titik bencana tanah longsor yang terjadi mulai Kamis (18/11) malam hingga Jumat (19/11) pagi di Kapanewon Imogiri. Kebanyakan kejadian longsor terjadi di perbukitan," kata Agus saat dihubungi wartawan, Sabtu (20/11/2021).

Agus melanjutkan, kejadian tersebut menyebabkan tiga rumah, empat talut, enam akses jalan dan dua saluran irigasi mengalami kerusakan. Selain itu, ada empat pekarangan dan delapan tebing yang mengalami pergerakan tanah.

"Jadi ada rumah warga yang tertimpa material longsoran, jalan sempat tertutup aksesnya akibat material longsoran dan talut jebol akibat terjangan arus air yang deras," ucapnya.

"Saat ini semuanya sudah terkondisi, dan untuk korban jiwa nihil," lanjut Agus.

Tanah longsor terjadi di sejumlah titik di Kapanewon Imogiri, Bantul, Kamis (18/11) malam-Jumat (19/11) pagi.Tanah longsor terjadi di sejumlah titik di Kapanewon Imogiri, Bantul, Kamis (18/11) malam-Jumat (19/11) pagi. Foto: dok. BPBD Bantul

Sementara itu, Relawan Save Selopamioro, Suhardi, mengungkapkan bahwa akibat hujan lebat menyebabkan enam tebing mengalami longsor dan menutup akses jalan perkampungan. Saat ini warga tengah membersihkan material longsor yang menerjang rumah warga maupun menutup akses jalan kampung.

"Kita juga menebang pohon yang berada di bukit yang berpotensi tumbang saat hujan lebat," ujarnya.

"Saya sempat mendatangi kalurahan namun tidak ada perangkat kalurahan, yang ada hanya staf kalurahan sehingga logistik untuk proses kerja bakti sama sekali tidak ada. Padahal kan kalurahan punya anggaran untuk penanganan bencana tapi ini sama sekali tidak ada yang tanggap," imbuhnya.

(rih/rih)