Teriakan 'Kami Bukan Teman' Kala Moeldoko Diusir dari Aksi Kamisan

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 06:04 WIB
Jakarta -

Kepala Staf Presiden, Moeldoko mendadak menghadiri aksi kamisan di kota Semarang yang menuntut penuntasan kasus Hak Asasi Manusia. Namun Moeldoko justru mendapat penolakan dari massa aksi, Moeldoko diteriaki 'kami bukan teman' hingga akhirnya Moeldoko meninggalkan massa aksi.

Awalnya, Moeldoko ke Semarang dalam rangka sebagai pembicara di Festival HAM yang digelar di PO Hotel hari Kamis (18/11) kemarin. Setelah itu ia bergeser ke Mal Paragon di sebelahnya untuk melihat Ormas-NGO Expo. Kemudian setelah mendapatkan informasi ada aksi Kamisan di seberang mal, ia pun jalan kaki ke lokasi aksi.

Moeldoko berjalan bersama Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar. Massa ketika melihat Moeldoko langsung berteriak menyuarakan tuntutannya.

Ketika itu Moeldoko bermaksud menyampaikan sesuatu kepada massa. Namun ketika ia memegang microphone dan hendak membuka dialog, penolakan justru terjadi. Beberapa kali Moeldoko hendak bicara namun tersela teriakan.


Massa Aksi Teriaki Moeldoko Kami Bukan Teman Bapak

Saat itu Moeldoko diusir, bahkan diteriaki 'Kami bukan teman Bapak', saat menyapa peserta aksi.

Teriakan itu terlontar ketika Moeldoko memegang mikrofon dan hendak berbicara kepada para peserta aksi, Kamis (18/11/2021). Cuplikan video Moeldoko diteriaki 'Kami bukan teman Bapak' beredar luas di Twitter dan jadi perbincangan publik.

"Ya, teman-teman sekalian...," kata Moeldoko yang berkemeja putih itu menyapa peserta aksi.

Tiba-tiba dari arah peserta aksi Kamisan, terlontar teriakan yang membantah Moeldoko. Salah satu peserta aksi keberatan disebut teman oleh Moeldoko.

"Kami bukan teman Bapak!" katanya.

Moeldoko, yang terus mencoba berbicara dengan peserta massa aksi Kamisan di Semarang, pun pada akhirnya pergi meninggalkan lokasi setelah diusir dan terus diteriaki.

Moeldoko pun mengurungkan niatnya berbicara di depan massa aksi dan kembali ke arah mobilnya di Hotel PO. Ia mengatakan menghormati aksi Kamisan tersebut.

"Aksi Kamisan ini kan bagian dari kebebasan berpendapat, yang juga bagian dari HAM. Kita hormati, kita datangi, dengarkan aspirasinya. Ini bukti Negara Pemerintah hadir," kata Moeldoko sembari berjalan.

Menurut Moeldoko, pemerintah tetap berupaya menyelesaikan permasalahan HAM di Indonesia. Moeldoko juga menjelaskan pernah mendampingi Presiden menemui peserta aksi kamisan di depan kantor Presiden.

"Saya mendampingi beliau pada acara Kamisan yang selalu ada di depan istana. Dipanggil, diajak berbicara, penekanan pada Jaksa Agung pada persoalan masa lalu, segera diberesin tapi juga kita harus fair ada hal-hal yang memang tidak mudah untuk diselesaikan persoalan HAM masa lalu. Tetapi kita pemerintah beri penekanan yang fair, kebijakan pembangunan nasional harus mengedepankan HAM dan lingkungan hidup," ujar Moeldoko.

Sementara itu Korlap aksi Kamisan di Semarang, Azis Rahmad Ahmadi mengatakan sengaja tidak memberikan ruang bicara untuk Moeldoko. Menurutnya apapun yang akan diiucapkan tidak menuntaskan pelanggaran HAM.

"Tapi kita tidak memberi ruang dia berbicara karena dia berbicara tanpa ada realisasi tanpa negara mau mengakomodir menuntaskan pelanggaran HAM sama saja hanya bualan belaka," ujar Azis.

Usai didatangi Moeldoko, massa aksi Kamisan masih melanjutkan kegiatannya. Mereka melakukan orasi menyuarakan tuntutan mereka soal penegakan HAM.