Komisioner Komnas HAM Nilai Massa Aksi Kamisan Kecewa ke Moeldoko Wajar

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 15:09 WIB
Beka Ulung Hapsara
Beka Ulung Hapsara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Insiden Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko, diusir massa Aksi Kamisan Semarang saat mendadak hadir ke lokasi aksi di seberang Mal Paragon, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), santer jadi perbincangan. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menilai respons dari massa aksi ke Moeldoko tersebut merupakan hal yang wajar.

"Saya kira kekecewaan tersebut wajar," ujar Beka saat dihubungi detikcom, Jumat (19/11/2021).

Beka menilai massa aksi kecewa terhadap Moeldoko sebagai perwakilan pemerintah atas tuntutan penuntasan pelanggaran HAM berat masa lalu yang tak kunjung tuntas.

"Karena sudah bertahun-tahun kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat belum selesai," katanya.

Beka menjelaskan, massa Aksi Kamisan memang vokal terhadap isu penuntasan pelanggaran HAM di Indonesia. Aksi Kamisan menjadi ruang bagi para penggiat HAM untuk menyuarakan tuntutan tersebut.

"Aksi Kamisan memang menjadi ruang berekspresi kawan-kawan penggiat HAM, korban pelanggaran HAM menyuarakan soal ketidakadilan dan juga berbagai isu hak asasi manusia," kata Beka.

Diketahui, Aksi Kamisan merupakan aksi piket setiap hari Kamis yang menyuarakan tuntutan penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Kasus-kasus tersebut, antara lain Tragedi Semanggi, Trisakti, Tragedi 13-15 Mei 1998, Peristiwa Tanjung Priok, Peristiwa Talangsari 1989.

Sebelumnya diberitakan, insiden tak biasa yang dialami oleh Moeldoko tersebut terekam dalam video yang belakangan viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (18/11) kemarin.

Moeldoko berjalan ke lokasi aksi bersama Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar. Massa langsung berteriak menyuarakan tuntutannya saat melihat pejabat itu hadir.

Saat menyapa peserta aksi, Moeldoko diteriaki 'Kami bukan teman Bapak'. Teriakan itu terlontar ketika Moeldoko memegang mikrofon dan hendak berbicara kepada para peserta aksi.

"Ya teman-teman sekalian...," kata Moeldoko yang berkemeja putih itu menyapa peserta aksi.

Tiba-tiba dari arah peserta Aksi Kamisan terlontar teriakan yang membantah Moeldoko. Salah satu peserta aksi keberatan disebut teman oleh Moeldoko.

"Kami bukan teman Bapak!" katanya.

Moeldoko yang terus mencoba berbicara dengan peserta massa aksi Kamisan di Semarang pun pada akhirnya pergi meninggalkan lokasi setelah diusir dan terus diteriaki.

(yld/yld)