Unsri Bikin Satgas Usut Dugaan 3 Mahasiswi Dicabuli Dosen

M Syahbana - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 14:38 WIB
Wakil Rektor III (tiga) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Iwan Stia Budi (Syahbana-detikcom)
Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Iwan Stia Budi (Syahbana/detikcom)
Palembang -

Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang mengusut dugaan tiga orang mahasiswi menjadi korban pencabulan dosen. Unsri mengaku berhati-hati mengusut kasus ini.

"Kita kan sudah punya peraturan tentang ini, dan kita akan bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Iwan Stia Budi, di Unsri, Palembang, Jumat (19/11/2021).

"Salah satu upaya dari Unsri adalah membentuk panitia atau satgas guna mencari tahu lebih lanjut kebenaran informasi tersebut," jelasnya.

Dia memastikan Unsri bakal mengusut kasus ini. Unsri, katanya, mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

"Dengan beredarnya kabar dugaan itu yang belum tentu kebenarannya jadi saya di sini selaku salah satu pimpinan di Unsri merespons, mendalami informasi itu," kata Iwan.

Menurutnya, klarifikasi bakal dilakukan secara hati-hati. Dia mengatakan pemeriksaan bakal dilakukan hati-hati karena berkaitan dengan nama baik seseorang.

"Ya, tentu itu masih perlu di klarifikasi lebih lanjut, kita tidak boleh tergesa-gesa. Karena ini berkaitan dengan nama baik seseorang," katanya.

"Berkaitan dengan informasi itu, tentu kami akan mendalami lah, mendalami informasi itu supaya semuanya menjadi jelas," sambung Iwan.

Sebelumnya, BEM KM Unsri membantu advokasi kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga terjadi di kampus. Mahasiswi itu bercerita, dia mendatangi dosen pembimbingnya untuk berkonsultasi mengenai skripsinya. Peristiwa itu disebut terjadi pada Sabtu (25/9).

"Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (25/9). Pada saat itu, saya mendatangi dosen berinisial A tersebut. Di mana di saat bersamaan, saya sudah memastikan jika dosen tersebut ada di kampus dari adik tingkat saya," tulis mahasiswi itu dalam postingan tersebut.

Mahasiswi tersebut mengaku menemui dosen tanpa janji dan bertemu di ruang kerja dosen tersebut. Si mahasiswi menyebut dosen A sedang sendirian di kantor tersebut. Dia mengaku sempat terlibat obrolan mengenai skripsi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsri, Iwan Stia Budi, mengatakan pihaknya telah mendapat informasi tersebut. Dia mengaku pihaknya masih menelusuri kebenaran dugaan pelecehan seksual tersebut.

"Berita ini masih sangat abstrak. Jadi Unsri perlu menelusuri lebih lanjut kebenaran info ini," jelas Iwan.

Terbaru, ada dua mahasiswi lain yang melapor ke BEM Unsri. Keduanya melaporkan dugaan pencabulan oleh dosen lainnya.

(haf/haf)