Cabuli 12 Santri Laki-laki, Ustaz di OKI Sumsel Ditangkap Polisi

M Syahbana - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 13:01 WIB
Tersangka pencabulan 12 santri (baju tahanan oranye)/dok. Istimewa
Tersangka pencabulan 12 santri, berbaju tahanan oranye. (Foto: dok. Istimewa)
Palembang -

Polisi menangkap seorang ustaz yang merupakan pengajar salah satu pesantren, RP (19). Dia ditangkap karena diduga melakukan pencabulan terhadap 12 orang santri laki-laki di pondok pesantren tersebut.

"Benar, tersangkanya ustaz cabul atau oknum pengajar sudah kita amankan, terkait kasus pencabulan di pondok pesantren tersebut," kata Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI) AKBP Dili Yanto saat dimintai konfirmasi, Jumat (19/11/2021).

"Berdasarkan penyelidikan, sejauh ini ada 12 santri yang menjadi korban. Semuanya rata-rata berusia 11, 12, dan 13 tahun," sambungnya.

Kasus ini terungkap setelah salah satu orang tua santri melaporkan anaknya menjadi korban pencabulan oleh guru atau ustaz di ponpes tersebut. Dili mengatakan orang tua tersebut melaporkan, anaknya mengeluh sakit di bagian intim.

"Orang tua murid ini curiga anaknya mengeluh sakit di bagian intim. Setelah diselidiki, korban mengaku telah menjadi korban pencabulan ustaz atau gurunya sendiri," katanya.

Berdasarkan informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka pada Rabu (17/11) di pondok pesantren tersebut. Ustaz itu disebut menjadi pengajar di pesantren selama 4 bulan.

Pencabulan diduga dilakukan dengan modus latihan silat. Korban kemudian diajak ke kamar.

"Para korban ini dilatih silat oleh tersangka. Setelah latihan, korban diajak ke dalam kamar tersangka. Dengan alasan menghukum, tersangka melakukan perbuatannnya dan merekam aksi itu," ucapnya.

Pencabulan itu diduga dilakukan tersangka sejak Oktober 2021 dan baru terbongkar pada November 2021. Tersangka disebut mengancam korban.

"Perbuatan itu dilakukan tersangka sejak Oktober hingga November. Semua korban juga diancam bakal disebarkan videonya kalau menceritakan pencabulan tersebut. Akibatnya, tersangka kini ditahan dan dijerat UU Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 55 ayat 1 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya 20 tahun karena tersangka merupakan seorang tenaga pengajar, sehingga ditambah sepertiga," jelasnya.

Simak video 'Cabuli Belasan Santri, Pengasuh Ponpes di Ogan Ilir Diciduk Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)