2 Terdakwa Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya Divonis 12 Tahun Penjara

M Syahbana - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 12:36 WIB
Sidang vonis 2 terdakwa kasus korupsi Masjid Sriwijaya  (Syahbana-detikcom)
Sidang vonis 2 terdakwa kasus korupsi Masjid Sriwijaya (Syahbana/detikcom)
Palembang -

Dua terdakwa kasus korupsi Masjid Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), divonis 12 tahun penjara. Kedua terdakwa itu ialah mantan Ketua Umum Pembangunan Masjid Sriwijaya Eddy Hermanto dan mantan Ketua Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya Syarifuddin MF.

"Kedua terdakwa, Eddy Hermanto dan Syarifuddin, terbukti melakukan perbuatan pidana korupsi dan melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Korupsi melanggar Pasal 12 B karena menerima gratifikasi dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya," kata ketua majelis hakim Sahlan Effendi dalam sidang agenda putusan di PN Tipikor Palembang, Jumat (19/11/2021).

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Selain 12 tahun penjara, keduanya dihukum membayar denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan.

"Mengadili Terdakwa Eddy Hermanto dan Syarifuddin dengan vonis masing-masing 12 tahun penjara denda 500 juta subsider 4 bulan. Kemudian kedua Terdakwa juga dijatuhi hukuman tambahan uang pengganti. Untuk Eddy Hermanto Rp 218 juta dan Syarifuddin Rp 1,6 miliar," katanya.

"Jika Keduanya tidak sanggup membayar, harta bendanya akan disita dan jika harta benda yang disita tidak mencukupi mengganti uang pengganti, maka untuk Eddy Hermanto diganti hukuman 2 tahun penjara dan Syarifuddin 2 tahun 6 bulan penjara," sambungnya.

Sebelumnya, empat terdakwa kasus korupsi Masjid Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), menjalani sidang tuntutan. Keempat terdakwa dituntut 19 tahun penjara. Keempatnya adalah Eddy Hermanto (mantan Ketua Umum Pembangunan Masjid Sriwijaya), Syarifuddin MF (Ketua Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya), Dwi Kridayani (pihak swasta), dan Yudi Arminto (pihak swasta).

"Kami penuntut umum menuntut agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan keempat terdakwa bersalah menurut hukum dipidana penjara 19 tahun. Pidana penjara tersebut dikurangi selama masa kurungan yang sudah dilakukan dengan perintah tetap dalam tahanan. Selain hukuman bui, 4 terdakwa wajib membayar denda sebanyak Rp 750 juta subsider 6 bulan. Setiap terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti dengan nilai yang disesuaikan dengan perbuatan masing-masing," kata JPU Kejati Sumsel, Naimullah, Jumat (29/10).

JPU mengatakan, jika satu bulan setelah putusan berstatus inkrah para terdakwa belum membayar, harta terdakwa akan disita untuk dilelang dan hasilnya akan dikembalikan kepada negara.

Masih dalam tuntutan JPU, terdakwa Eddy Hermanto wajib membayar Rp 684 juta, Syarifuddin membayar Rp 1 miliar, Dwi Kridayani harus membayar Rp 2,5 miliar, dan Yudi Arminto membayar Rp 22,5 miliar.

"Kalau nilainya masih tidak mencukupi, dikenakan dipidana penjara 9 tahun 6 bulan," ujarnya.

Simak Video: Menjelajah Masjid Sriwijaya yang Katanya Jadi Sarang Ular-Babi

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)