Wagub DKI: Hibah Rp 486 Juta Bukan untuk Yayasan, tapi Biaya Makan Santri

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 23:14 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melakukan sidak di perkantoran dan pusat perbelanjaan Ibu Kota. Sidak dilakukan untuk pastikan aturan PPKM diterapkan.
Ahmad Riza Patria (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Riza juga menjelaskan yayasan ini milik Pemprov DKI Jakarta dan dibangun sejak era Gubernur Ali Sadikin. Bahkan, gubernur setelahnya memiliki peran penting dalam kemajuan yayasan PKP.

"Kegiatan bantuan untuk PKP Zaman Bang Ali sudah disiapkan lahannya bangunannya, zaman Bang Yos dan Foke juga dibantu penataan dan pembangunan. Zaman Ahok juga dibantu, ada GOR di sana, itu yang bangun Pak Ahok. Asrama juga dibangun era Ahok. Zaman Pak Anies juga diresmikan asrama dan sekarang tinggal bagaimana mempersiapkan bantuan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan dana hibah sebesar RP 486 juta untuk Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP) di Jakarta Timur. Alokasi dana hibah itu tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD 2022.

Diketahui, Yayasan PKP diketuai oleh KH Amidhan Shaberah yang tak lain merupakan ayah Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Dilihat dari dokumen data hasil input komponen KUA-PPAS yang diterima detikcom, hibah senilai Rp 486 juta itu terdapat di anggaran Dinas Sosial DKI Jakarta melalui program pemberdayaan potensi sumber kesejahteraan sosial provinsi.

"Hibah kepada Yayasan Pondok Karya Pembangunan, rekening anggaran Rp 486.000.000," demikian tulis dokumen yang dilihat, Rabu (17/11/2021).

Yayasan PKP masuk memiliki nama rekening belanja hibah uang kepada badan dan lembaga nirlaba, sukarela, dan sosial yang telah memiliki surat keterangan terdaftar. Selain Yayasan PKP, terdapat pula yayasan lainnya yang terdaftar di dalam rekening yang sama dengan total anggaran dana hibah mencapai Rp 6.342.018.000.

Masih dalam dokumen yang sama, yayasan tersebut berada di urutan ketiga penerima hibah tertinggi setelah hibah Karang Taruna DKI Jakarta sebesar Rp 1 miliar serta Yayasan Bunda Pintar Indonesia yang mendapatkan hibah sebesar Rp 900 juta.


(taa/maa)