DKI Juga Anggarkan Hibah Rp 900 Juta ke Yayasan Binaan Waka DPRD Zita Anjani

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 10:53 WIB
Zita Anjani
Zita Anjani (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Pemprov DKI melalui Dinas Sosial mengalokasikan dana hibah ke sejumlah yayasan di Jakarta. Salah satu yayasan yang bakal menerima dana hibah itu adalah Yayasan Bunda Pintar Indonesia (BPI).

Yayasan Bunda Pintar Indonesia (BPI) ini diketahui dibina oleh Zita Anjani, yang merupakan Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PAN. Dalam situs resmi DPRD DKI juga disebutkan Zita memiliki pengalaman organisasi sebagai Pembina BPI.

Dilihat, Kamis (18/11/2021), dalam dokumen penerima dana hibah pada RAPBD DKI yang diterima wartawan, usulan anggaran ini masuk dalam pos anggaran Dinas Sosial DKI untuk kegiatan pemberdayaan potensi sumber kesejahteraan sosial Provinsi. Anggaran hibah ke BPI senilai Rp 900 juta.

Alokasi dana hibah itu tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD 2022. Sumber anggarannya disebutkan berasal dari pendapatan asli daerah (PAD). Yayasan BPI masuk memiliki belanja Hibah Uang kepada Badan dan Lembaga Nirlaba, Sukarela dan Sosial yang Telah Memiliki Surat Keterangan Terdaftar.

detikcom sudah menghubungi Zita untuk meminta penjelasan lebih lanjut terkait hibah ke yayasan BPI. Namun hingga saat belum ada respons.

Sebelumnya, anggaran dana hibah dari Dinsos DKI juga bakal diberikan ke yayasan yang dikelola oleh ayah Wagub DKI Jakarta Riza Patria. Dana itu akan diterima Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP) di Jakarta Timur, sebesar RP 486 juta.

Wagub Riza Patria mengaku belum mengetahui detail pemberian dana hibah kepada sejumlah yayasan. Dia hanya mengatakan, dalam mengalokasikan anggaran, Pemprov DKI pasti mengakomodasi seluruh kepentingan masyarakat.

"Nanti kita lihat ya, prinsipnya harus sesuai dengan ketentuan ya, kita harus mengakomodir semua kepentingan," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/11/2021) malam.

Politikus Gerindra itu akan memastikan besaran dana hibah untuk yayasan pada 2022. Prinsipnya, seluruh uang yang dianggarkan maupun dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan.

"Semuanya harus dicek, semuanya harus bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.

(idn/fjp)