Kasus Mafia Tanah Dino Patti Djalal, Tersangka Broker Properti Akan Disidang

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 18:40 WIB
Penyerahan tahap II tersangka dan barang bukti Mustopa terkait kasus mafia tanah ibu Dino Patti Djalal
Penyerahan tahap II tersangka dan barang bukti Mustopa terkait kasus mafia tanah ibu Dino Patti Djalal. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Penyidik Polda Metro Jaya hari ini menyerahkan tahap II berkas perkara barang bukti dan tersangka kasus mafia tanah atas nama Mustopa alias Topan ke jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel). Mustopa, yang berperan sebagai broker properti, akan segera disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Telah dilakukan tahap 2 atau penyerahan tersangka, berkas dan barang bukti salah satu tersangka mafia tanah atas nama inisial M (Mustopa Alias Topan) di Kejari Jaksel yang selanjutnya dalam waktu sesuai ketentuan UU akan segera dilimpahkan ke pengadilan Negeri Jakarta Selatan," kata Kasi Intel Kejari Jaksel, Sri Odit Megonondo, dalam keterangan tertulis, Kamis (18/11/2021).

Tersangka Mustopa bekerja sama dengan para tersangka lainya telah melakukan tindak pidana penipuan atau perbuatan curang yang mengakibatkan kerugian terhadap korban Zurni Hasyim Djalal (ZHD) atau ibu kandung Dino Patti Djalal, yaitu tanah seluas 780 m2 yg beralamat di Jl Kemang barat senilai Rp 20 miliar.

"(Mustopa berperan) sebagai broker dari agen properti," kata Odit.

Secara terpisah, Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam mengatakan tersangka Mustofa alias Topan diduga melanggar Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP atau Pasal 263 Ayat (2) KUHP atau Pasal 266 Ayat (1) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Lebih lanjut, jaksa juga menahan Mustopa di Rutan Polda Metro Jaya selama 20 hari.

Dalam kasus ini, tersangka Mustofa Alias Topan bersama-sama dengan saksi SH, saksi RS, saksi AG, AN, dan saksi FK (yang juga merupakan tersangka dalam berkas perkara terpisah) melakukan tindak pidana penipuan terkait kasus mafia tanah ibu Dino Patti Djalal.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 6 November 2020, sekitar pukul 11.00 WIB di kantor PT Samuel International di Menara Imperium DKI Jakarta. Para tersangka melakukan perbuatan, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain.

Dalam kasus ini, telah ada 5 terdakwa yang telah dijatuhi hukuman oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Para terdakwa dijatuhi hukuman penjara mulai dari 2 tahun 8 bulan hingga 4 tahun.

Selengkapnya halaman berikutnya.