ADVERTISEMENT

4 Terdakwa Kasus Mafia Tanah Ibu Dino Patti Djalal Divonis Bersalah

Andi Saputra - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 11:44 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi pengadilan. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Empat terdakwa kasus mafia tanah dengan korban ibu Dino Patti Djalal divonis bersalah oleh pengadilan. Para terdakwa dijatuhi hukuman penjara mulai dari 2 tahun 8 bulan hingga 4 tahun.

Hukuman itu tertuang dalam putusan PT Jakarta yang dilansir dari website-nya, Senin (27/9/2021). Sengketa itu adalah sebuah rumah di Kompleks Executive Paradise Cilandak Barat yang dimiliki ibu Dino, Zurni Hasyim Djalal. Karena Zurni sering di luar negeri, Sertipikat Hak Milik (SHM) rumah itu dipercayakan atas nama Yurmisnawita.

Pada Oktober 2019, Zurni mau menjual rumahnya tersebut. Zurni menyuruh orang untuk dicarikan pembeli. Akhirnya diadakan pertemuan di Bogor.

Pada November 2019, Zurni bertemu dengan calon pembeli, FK, dan disepakati harga Rp 13 miliar. Untuk uang muka Rp 2 miliar dan sisanya Rp 11 miliar akan dibayar secara bertahap. Sebagai tanda jadi, FK mentransfer Rp 500 juta ke rekening Zurni.

Sebagai imbal baliknya, FK meminta SHM atas nama Yurmisnawita dengan alasan untuk dicek ke BPN. Zurni tidak curiga dan menyerahkan SHM itu ke FK.

Setelah memegang SHM itu, FK kemudian melakukan perbuatan sedemikian rupa sehingga SHM itu bisa berubah menjadi atas namanya. Setelah SHM rumah itu atas namanya, FK memakainya untuk meminjam uang di sebuah koperasi di Marina, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Uang hasil pinjaman itu kemudian dibagi antara komplotan itu, yaitu:

1. FK mendapatkan Rp 2,3 miliar.
2. LM mendapatkan Rp 600 juta.
3. YP mendapatkan Rp 60 juta.
4. AN mendapatkan Rp 10 juta.
5. AG mendapatkan Rp 20 juta.

Selain itu, SHM hasil 'penyerobotan' tersebut diagunkan ke bank pelat merah di BSD Tangerang, dengan nilai Rp 9 miliar. Uang sebesar itu, salah satunya, buat melunasi pinjaman di koperasi di Marina, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kasus terungkap saat pengacara FK menemui Yurmisnawita akan mengurus soal balik nama SHM itu. Yurmisnawita, yang mengaku belum menjual rumah tersebut, kaget dan menghubungi ibu Zurni.

Zurni kaget bahwa tanah dan rumahnya sudah bukan lagi atas nama Yurmisnawita tetapi belum mendapatkan uang penjualan. Dino kemudian menelusuri kasus dan melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya. Akhirnya komplotan diduga mafia tanah itu terungkap dan ditangkap. Mereka kemudian diproses dan diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Berikut daftar hukuman ke komplotan tersebut:

1. FK dihukum 2 tahun 8 bulan penjara untuk perkara nomor 373. FK juga dihukum 3 tahun 6 bulan penjara untuk perkara nomor 374.
2. AG dihukum 2 tahun 8 bulan penjara untuk perkara nomor 366. AG juga dihukum 2 tahun 8 bulan penjara untuk perkara nomor 369
3. AN dihukum 2 tahun 8 bulan penjara.
4. LM dihukum 3,5 tahun penjara. Oleh PT Jakarta dinaikkan menjadi 4 tahun penjara.LM tidak terima dan kini mengajukan kasasi.

Simak juga video 'Jokowi Singgung Mafia Tanah: Aparat Jangan Ada yang Membekingi!':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT