Massa Aksi Geruduk Gedung KPK Minta Usut Tuntas Dugaan Bisnis PCR

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 12:30 WIB
Massa Aksi Geruduk Gedung KPK Minta Usut Tuntas Dugaan Bisnis PCR (Wilda-detikcom)
Massa Aksi Geruduk Gedung KPK Minta Usut Tuntas Dugaan Bisnis PCR (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Puluhan orang yang mengatasnamakan Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (SMRI) menggelar aksi di depan gedung KPK, Jakarta Selatan. Mereka menyuarakan agar KPK mengusut tuntas dugaan keterlibatan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir dalam bisnis tes PCR.

Pantauan detikcom di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (18/11/2021), puluhan orang nampak memakai baju berwarna hitam. Mereka juga membawa keranda hitam bertulisan 'korban PCR'.

"Demi mengendalikan penyebaran COVID-19, pemerintah memberlakukan tes PCR sebagai syarat perjalanan. Masalahnya, dengan harga tes PCR yang selangit, sulit bagi rakyat untuk mengaksesnya," kata Ketua Umum SMRI Wahida Baharudin di gedung KPK.

Wahida lalu menyinggung perihal isu adanya bisnis tes PCR oleh PT Genomik Solidaritas Indonesia yang melibatkan Luhut dan Erick Thohir. Wahida menyebut dugaan keterlibatan dua menteri Jokowi itu melukai hati masyarakat.

"Belakangan kita ketahui bersama, di balik penyerahan tes PCR ke mekanisme pasar, ternyata ada penyelenggara negara yang diduga terlibat berbisnis tes PCR PT Genomik Solidaritas Indonesia, salah satu perusahaan penyedia jasa PCR, punya kaitan dengan dua pejabat penting di pemerintahan Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir," katanya.

"Bagi kami, dugaan keterlibatan kedua pejabat negara itu dalam bisnis PCR sangat melukai rasa kemanusiaan. Bisnis PCR di tengah pandemi bukan hanya memperburuk situasi pandemi, tetapi juga merampok uang rakyat," sambungnya.

Atas dasar itu, SMRI mendesak KPK untuk mengusut tuntas adanya dugaan permainan bisnis PCR oleh pejabat negara. SMRI meminta KPK independen dan transparan.