Rampas Aset Rp 17 M, ART Palsukan Tanda Tangan Ibunda Nirina Zubir

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 09:41 WIB
Jakarta -

Asisten rumah tangga (ART) Nirina Zubir, Riri Khasmita, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus mafia tanah senilai Rp 17 miliar. Riri Khasmita menguasai aset-aset keluarga Nirina Zubir dengan diduga memalsukan tanda tangan Cut Indria Martini, ibunda Nirina Zubir.

Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Petrus Silalahi menjelaskan tersangka Riri sebelumnya dipercaya mengurus sertifikat tanah Cut Indria Martini, yang semula diduga hilang. Belakangan, diketahui bahwa sertifikat tanah itu tidak hilang, melainkan dibalik nama oleh Cut Indria Martini.

Hal ini terungkap setelah ibunda Nirina Zubir meninggal dunia pada 12 November 2019. Sebelumnya, Cut Indria Martini mengatakan bahwa enam sertifikat tanah yang 'hilang' sedang diurus oleh Riri.

"Kemudian Saudara Fadhlan Karim dan ahli waris lainnya ini memanggil Riri Khasmita, menanyakan perkembangan pengurusan sertifikat tanah yang hilang, namun dijawab oleh Riri Khasmita dengan kalimat 'masih diurus notaris Faridah di BPN'," jelas Petrus dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

Sampai kemudian pada November 2020, Fadhlan Karim mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Barat. Saat itulah, diketahui bahwa enam sertifikat tanah keluarga Nirina Zubir telah balik nama.

"Keenam sertifikat telah beralih kepemilikan menjadi atas nama Riri Khasmita dan Endrianto, suaminya," katanya.

Adapun yang menjadi dasar balik nama keenam sertifikat itu ialah akta PJB dan akta kuasa menjual yang dibuat dan ditandatangani oleh Faridah, notaris di Kota Tangerang.

"Yang mana dalam pembuatannya, tanda tangan Cut Indria Martini diduga telah dipalsukan, serta akta jual beli (AJB) yang digunakan dalam peralihan diketahui diketik dan dibuat oleh Faridah," jelasnya.

Kemudian, polisi mengetahui AJB untuk balik nama keenam sertifikat tersebut disahkan dan dinomorkan oleh tersangka Ina Rosaina dan Erwin Riduan selaku pejabat pembuat akta tanah (PPAT) di Jakarta Barat.

"Dengan cara memalsukan tanda tangan dalam akta yang diduga dilakukan oleh Riri Khasmita dan Faridah," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya....