ADVERTISEMENT

Mayjen Maruli Simanjuntak dan Mayjen Agus Subiyanto di Bursa Pangkostrad

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 21:22 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara di peringatan HUT ke-70 TNI. Dalam amanatnya, dia berjanji akan meningkatkan alutsista TNI, serta kesejahteraan prajurit.
Ilustrasi prajurit TNI (Foto: agung pambudhy)
Jakarta -

Sejumlah nama perwira tinggi TNI AD meramaikan bursa calon Pangkostrad pengganti Jenderal Dudung Abdurachman. Dua nama di antaranya yaitu Pangdam Udayana Mayjen Maruli Simanjuntak dan Pangdam Siliwangi Mayjen Agus Subiyanto.

Dihimpun detikcom, Rabu (17/11/2021), Mayjen Maruli dan Mayjen Agus termasuk perwira tinggi TNI yang dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mayjen Maruli merupakan mantan Danpaspampres pada 2018-2020. Maruli juga merupakan menantu dari Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Sama halnya dengan Mayjen Maruli, Mayjen Agus juga merupakan mantan Danpaspampres. Agus menjadi Danpaspampres menggantikan Mayjen Maruli pada 2020-2021.

Panglima TNI Respons soal Pangkostrad

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan melaporkan langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Pangkostrad pengganti Jenderal Dudung Abdurachman. Andika menegaskan pengisian jabatan di TNI itu lewat sidang Wanjakti (Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi).

"Saya akan lapor kepada presiden karena ini hubungannya dengan Wanjakti, jadi pengisian jabatan itu kan mekanismenya melalui sidang Wanjakti," kata Andika kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11).

Andika mengatakan dirinya hanya menyiapkan data. Presiden Jokowi lah yang akan memutuskan.

"Pokoknya saya bertugas hanya menyiapkan data, memohon petunjuk. Beliau silakan memilih sesuai dengan yang memang sudah eligeble," ujar Andika.

"Banyak, yang eligible sudah banyaklah," jawab Andika saat ditanya lagi soal kandidat Pangkostrad.

Saat ditanya Mayjen Maruli Simanjuntak yang diisukan akan menjadi Pangkostrad, Andika tak menjawab gamblang. Dia kembali menegaskan keputusan tersebut berada di tangan Presiden.

"Itu nanti diputuskan oleh beliau. Kami tugasnya hanya menyiapkan data kemudian melaporkan kepada presiden," ujar Andika.

Simak juga 'Jenderal Dudung Ungkap Pesan dari Jokowi Usai Dilantik Jadi KSAD':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT