Pejabat di Aceh Gugat Ibu Kandung Diduga Ubah Sertifikat Secara Sepihak

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 18:39 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi pengadilan. (Ari Saputra/detikcom)
Banda Aceh -

Seorang pejabat di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, berinisial AH, menggugat ibu kandung dan saudaranya ke Pengadilan Negeri (PN) Takengon agar mengosongkan rumah. Perempuan itu disebut mengubah sertifikat rumah tanpa sepengetahuan ibunya.

"Dia ubah sertifikat itu tanpa sepengetahuan ibu dan adik-adiknya," kata kuasa hukum tergugat, Bobby Santana Sembiring, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (17/11/2021).

AH melayangkan gugatan terhadap ibu kandungnya, KA, serta adiknya, AF, FA, Muk, dan RA. Gugatan itu terdaftar dengan nomor 9/Pdt.G/2021/PN Tkn tanggal 19 Juli 2021.

Bobby mengatakan rumah yang menjadi objek sengketa itu milik orang tua AH serta adik-adiknya. Setelah ayahnya meninggal, AH disebut meminta sertifikat rumah ke KA dengan alasan agar dia yang menyimpan.

Di keluarga, AH merupakan anak tertua. Bobby menjelaskan KA saat itu menyerahkan sertifikat setelah mendengar penjelasan dari AH. Penggugat diduga mengalihkan nama di sertifikat menjadi namanya.

"Tapi pada akhirnya tidak seperti itu malah dia alihkan nama itu atas nama dia. Dia mengklaim objek sengketa itu milik dia," ujar Bobby.

Menurut Bobby, rumah tersebut belum diwariskan atau dihibahkan ke AH. Dia menyebut pernah melihat akta notaris pembagian hak bersama tapi salah satu ahli waris almarhum dan KA tidak membubuhkan tanda tangan.

"Berarti status akta tersebut adalah cacat hukum," bebernya.

Bobby menjelaskan, dalam persidangan, kuasa hukum AH tidak dapat mengajukan saksi terkait sertifikat tersebut. Dia menyebutkan pihak penggugat tidak dapat membuktikan sertifikat itu.

Simak juga 'LBH Jakarta Bersama 19 Warga Gugat Jokowi Gegara Pinjol!':

[Gambas:Video 20detik]