PPATK Sowan ke KPK, Fokus Bantu Usut Pencucian Uang Berbalut Korupsi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 14:17 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)

Menanggapi hal itu, Ivan mengatakan penguatan sinergisitas ini penting dilakukan. Ivan menyebut korupsi merupakan tindak pidana yang paling berisiko untuk TPPU.

"Jadi ini sebagai bukti keseriusan kami karena seperti Pak Alex sampaikan tadi berdasarkan dokumen peta penilaian Resiko yang memang wajib Indonesia punya, faktanya memang tindak pidana korupsi itu adalah tindak pidana yang paling beresiko untuk pencucian uang," kata Ivan.

Jadi peta risikonya paling atas, paling berisiko itu angkanya absolut, sembilan, sehingga dengan demikian kalau pertanyaannya adalah hasil tindak pidana apa yang paling banyak dicuci itu jawabannya berdasarkan peta risiko tadi adalah hasil tindak pidana pencucian uang dan narkoba, untuk kemudian tindak pidana lainnya," tambahnya.

Ivan mengatakan kerja sama PPATK dan KPK perlu diperkuat guna memberantas TPPU. Dia juga mengatakan pihaknya akan selalu siap jika KPK membutuhkan data terkait penyelidikan maupun penyidikan yang sedang dilakukan.

"Nah, atas dasar itulah memang sangat beralasan bahwa kami akan memperlakukan kerja sama dengan sangat khusus dan memang akan ke depan akan lebih agresif lagi," katanya.

"Jadi intinya PPATK akan selalu senantiasa mendampingi KPK khususnya terkait dengan upaya follow the money ya, tindak pidana korupsi yang ditangani oleh teman-teman di KPK. Selain PPATK, juga bisa memproduksi HA dan hasil analisis-analisis pemeriksaan secara proaktif, di lain itu PPATK juga akan membantu KPK apabila teman-teman KPK membutuhkan data lebih lanjut terkait dengan upaya penyelidikan ataupun penyidikan yang dilakukan oleh teman-teman di KPK," sambungnya.


(azh/dhn)