KY Diminta Pantau Sidang Istri Dituntut 1 Tahun karena Omeli Suami Mabuk

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 11:30 WIB
Gedung Komisi Yudisial (KY)
Gedung KY (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meminta Komisi Yudisial (KY) mengawasi persidangan KDRT dengan terdakwa Valencya, yang dituntut jaksa selama 1 tahun penjara karena menegur suaminya yang kerap mabuk.

"Komnas Perempuan merekomendasikan Komisi Yudisial untuk memantau persidangan kasus V untuk memastikan pelaksanaan Perma 3 Tahun 2017 demi tegaknya keadilan," demikian siaran pers sikap Komnas Perempuan yang dikutip detikcom, Rabu (17/11/2021).

Komnas Perempuan juga meminta Ketua Pengadilan Negeri (PN) Karawang untuk mengimplementasikan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 3 tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum. Majelis hakim Valencya juga harus menggunakan putusan cerai yang telah berkekuatan hukum tetap sebagai dasar pertimbangan untuk melihat secara utuh kondisi perkawinan keduanya dan relasi kuasa di antara terlapor dan pelapor dan memutus bebas sebagai preseden untuk menghentikan tindak kriminalisasi terhadap perempuan korban KDRT.

"Selain itu, Komisi Kepolisian dan KY diminta memeriksa ulang penanganan kasus V sebagai langkah koreksi berulangnya kejadian kriminalisasi terhadap perempuan korban kekerasan, khususnya korban KDRT," tutur Komnas Perempuan.

Atas tuntutan jaksa itu, Komnas Perempuan menyesalkan proses hukum yang menempatkan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) didakwa dengan ancaman penjara 1 tahun. Kondisi ini merupakan cermin ketidakmampuan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan kejaksaan, dalam memahami relasi kuasa dalam kasus-kasus KDRT.

"Karenanya, Komnas Perempuan berharap kondisi ini dapat dikoreksi dengan mendorong majelis hakim di PN Karawang untuk mengimplementasikan Perma No 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum dalam pemeriksaan kasus tersebut," pungkasnya.

Di sisi lain, Kejaksaan Agung telah menjatuhkan sanksi kepada jaksa yang menuntut 1 tahun penjara tersebut. Kepolisian juga telah melakukan sejumlah tindakan.

"Jadi penyidik yang memeriksa kasus Valencya per hari ini sudah dimutasikan. Dalam rangka evaluasi (diperiksa)," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat via sambungan telepon, Selasa (16/11/2021).

(asp/mae)