F-PDIP Usul Anggaran Sumur Resapan 2022 Dicoret: Program Tidak Jelas

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 18:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan pimpinan DPRD DKI tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
Foto: Kadek Melda Luxiana/detikcom
Jakarta -

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar anggaran sumur resapan dicoret dari APBD 2022. PDIP meminta agar anggaran sumur resapan dialokasikan untuk normalisasi sungai.

Usulan F-PDIP itu disampaikan oleh anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP, Agustina Hermanto atau Tina Toon, dalam Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Perda tentang APBF DKI Jakarta Tahun Anggaran 2022 hari ini. PDIP menganggap pembangunan sumur resapan sebagai program tak jelas.

"Program-program yang tidak jelas, seperti sumur resapan, kami rekomendasikan untuk dihapus dan anggarannya dilimpahkan untuk normalisasi sungai," kata Tina Toon saat rapat, Selasa (16/11/2021).

Anggota Komisi A DPRD DKI itu mencatat Pemprov DKI tahun depan menganggarkan Rp 1,2 triliun untuk normalisasi atau restorasi sungai. PDIP mendorong agar program normalisasi bisa direalisasikan pada 2022.

"Walaupun terlambat karena selama 4 tahun terakhir, Pemerintah Provinsi tidak melakukan sedikit pun normalisasi, kami mendorong agar anggaran ini bisa ditingkatkan pada tahun 2022 ini," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan sumur resapan untuk penanganan banjir di Jakarta disorot berbagai pihak. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan efektivitas penanganan banjir tak bisa dilihat melalui satu program saja.

"Terkait efektivitas program pengendalian banjir pencegahan itu kan banyak sekali, tidak hanya sumur resapan tapi ada juga gerebek lumpur, pengerukan, pompa, polder, pembuatan, waduk, normalisasi dan naturalisasi, pembuatan tanggul dan sebagainya," kata Riza.

Riza memandang sumur resapan hanya satu dari banyak program yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta untuk penanggulangan bencana banjir. Menurutnya, efek dari pembangunan sumur resapan baru bisa dirasakan dalam 2 tahun belakangan.

"Sumur resapan hanya sebagian dari program-program yang ada dan banyak. Kita akan melihat sejauh mana efektivitas penggunaan anggaran sumur resapan yang kita rasakan dalam 2 tahun terakhir. Mudah-mudahan ke depan pelaksanaannya lebih baik lagi, tentu semua program yang direncanakan dilaksanakan dengan baik dan terus kita lakukan evaluasi," jelasnya.

Politikus Gerindra itu menyatakan Pemprov DKI menerima seluruh saran dan kritik dari berbagai pihak. Ke depan, pihaknya akan melakukan perbaikan, khususnya dalam melaksanakan program pencegahan dan penanganan banjir.

Simak video 'Sumur Resapan di Atas Trotoar yang Disoal Warga dan Tanggapan Riza':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/idn)