Pembangunan Sumur Resapan Disorot, Wagub DKI Bicara Pengendalian Banjir

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 16:22 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Pembangunan sumur resapan untuk penanganan banjir di Jakarta disorot berbagai pihak. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan efektivitas penanganan banjir tak bisa dilihat melalui satu program saja.

"Terkait efektivitas program pengendalian banjir pencegahan itu kan banyak sekali, tidak hanya sumur resapan tapi ada juga gerebek lumpur, pengerukan, pompa, polder, pembuatan, waduk, normalisasi dan naturalisasi, pembuatan tanggul dan sebagainya," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (16/11/2021).

Riza memandang sumur resapan hanya satu dari banyak program yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta untuk penanggulangan bencana banjir. Menurutnya, efek dari pembangunan sumur resapan baru bisa dirasakan dalam 2 tahun belakangan.

"Sumur resapan hanya sebagian dari program-program yang ada dan banyak. Kita akan melihat sejauh mana efektivitas penggunaan anggaran sumur resapan yang kita rasakan dalam 2 tahun terakhir. Mudah-mudahan ke depan pelaksanaannya lebih baik lagi, tentu semua program yang direncanakan dilaksanakan dengan baik dan terus kita lakukan evaluasi," jelasnya.

Politikus Gerindra itu menyatakan Pemprov DKI menerima seluruh saran dan kritik dari berbagai pihak. Ke depan, pihaknya akan melakukan perbaikan, khususnya dalam melaksanakan program pencegahan dan penanganan banjir.

"Silakan masyarakat Warga Jakarta atau mana pun memberikan masukan saran dan kritik untuk perbaikan perbaikan terhadap program yang dibuat yang disusun bersama antara pemerintah provinsi dengan DPRD," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, kritik terkait sumur resapan salah satunya datang dari Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor. Dia menilai pembangunan sumur resapan di atas trotoar sepanjang Jalan Raden Said Soekanto di dekat Kanal Banjir Timur (KBT) salah tempat.

"Melihat pembuatan sumur resapan yang lucu dan tidak berfungsi ini tidak tepat sasaran tempatnya. Posisi sumur resapan justru tidak berfungsi sebagai tempat meresapnya air hujan. Justru yang terjadi adalah air tetap tergenang dan sumur resapan tidak ada gunanya," kata Azas Tigor kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).

Azas mengatakan kawasan KBT tak perlu dilengkapi sumur resapan. Menurutnya, KBT bisa difungsikan sebagai tempat penampungan air hujan.

"Tidak perlu lagi membuat sumur resapan di sekitar sungai BKT karena sudah ada BKT sebagai tempat menampung dan menyalurkan air," jelasnya.

Daripada membangun sumur resapan, Tigor menyarankan Pemprov DKI memperbaiki saluran sekunder di KBT. Menurutnya, penyumbatan pada saluran air menjadi penyebab jalan sekitar KBT kerap terendam air hujan.

PDIP DKI Jakarta juga mengkritik program sumur resapan yang dinilai tak bermanfaat dalam mengatasi banjir di Ibu Kota. PDIP menilai manfaat dari pembangunan sumur resapan tak sebanding dengan anggaran yang digelontorkan Pemprov DKI.

"Tapi kalau kita mau jujur sangat tak bermanfaat ketimbang alokasi anggaran cukup besar, sangat tak bermanfaat," kata Ketua F-PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (12/11/2021).

Anggota Komisi A itu mengatakan di tahun ini total anggaran untuk pembangunan sumur resapan sekitar Rp 400 miliar. Anggaran ini, sebutnya, bisa dialokasikan ke kegiatan penanganan banjir lainnya.

"Rp 400 sekian miliar loh tahun 2021 ini. Cukup Rp 400 M untuk mengentaskan banjir di sektor lain, bukan di sumur resapan," tegasnya.

Simak video 'Sumur Resapan di Atas Trotoar yang Disoal Warga dan Tanggapan Riza':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/dwia)