DPRD Sumut Minta Pemko Sanksi Penyelenggara Hadirkan Penari Waria di Binjai

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 16:53 WIB
Suasana rapat di DPRD Sumut (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto Ilustrasi DPRD Sumut (Ahmad Arfah/detikcom)
Binjai -

Video menunjukkan penampilan penari waria dengan pakaian terbuka saat pembukaan Binjai Milenial Market menjadi sorotan. Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto, meminta Pemko Binjai memberi sanksi kepada penyelenggara.

"Innalillahi, kita minta dengan tegas kepada Bapak Wali Kota Binjai untuk memanggil penyelenggaranya. Karena telah mencederai visi misi Wali Kota Binjai menjadikan Kota Binjai religius, berbudaya dan maju," kata Hendro Susanto kepada wartawan, Selasa (16/11/2021).

Politikus PKS ini menyesalkan penampilan penari waria ikut disaksikan anak-anak yang hadir di acara itu. Hendro mengatakan seharusnya penyelenggara melihat siapa saja pengunjung yang hadir.

"Masyarakat Binjai ini masyarakat yang religi, harusnya pihak penyelenggara atau EO (event organizer) kegiatan tersebut paham dan yang paling berbahaya bahwa tarian itu ditonton oleh anak-anak, tampak dari video yang viral tersebar. Ini memalukan. Masih banyak cara-cara yang elegan yang dapat menghibur masyarakat. Tentu dengan konten yang edukatif, yang bisa menjadi qudwah hasanah (teladan yang baik). Ini justru sebaliknya, naudzubillah," ujar Hendro.

Hendro menyebut pihak penyelenggara harus bertanggung jawab. Dia meminta kepolisian memeriksa penyelenggara kegiatan tersebut.

"Pihak penyelenggara harus bertanggung jawab akan kejadian tersebut, dan kita meminta kepada pihak kepolisian untuk mengecek izin kegiatan, apakah ada dicantumkan dalam surat pengajuan izin tersebut dengan tarian dan latar yang begitu," ucapnya.

Hendro mengatakan pihaknya mendukung segala jenis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dilakukan di tengah masyarakat. Namun, kata Hendro, aturan-aturan tetap harus diikuti.

"PKS mendukung upaya-upaya untuk membangkitkan perekonomian, dengan memajukan usaha kecil menengah, namun tetap menjaga prokes tentunya," jelas Hendro.

Sebelumnya, aksi penari waria saat pembukaan Binjai Milenial Market viral. Polisi turun tangan menyelidiki hal itu.

Dalam video itu, tampak suasana pembukaan Binjai Milenial Market. Ada dua orang diduga waria yang tampil sebagai pengisi acara.

Dua waria itu terlihat berjoget dan bernyanyi di tengah-tengah pengunjung. Keduanya terlihat menggunakan rok di atas lutut.

Keduanya terlihat berjoget, duduk, hingga tidur-tiduran di tengah-tengah warga yang memadati lokasi.

"Pembukaan tempat nongkrong dan makan kekinian yang bernama Binjai Milenial Market di Lapangan Asrama, Kebun Lada 121, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, menuai pro dan kontra," tulis pengunggah video.

Pembukaan tempat nongkrong itu digelar pada Sabtu (13/11). Polres Binjai menegaskan tidak ada izin keramaian yang dikeluarkan saat acara itu berlangsung.

(haf/haf)