ADVERTISEMENT

Polisi Bantah FBR Vs Pemuda Pancasila Bentrok: Masalah Individu

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 16:08 WIB
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo (Foto: Karin/detikcom)
Jakarta -

Pengeroyokan anggota Forum Betawi Rempug (FBR) dan terbakarnya Posko Pemuda Pancasila (PP) di Kembangan, Jakarta Barat, terjadi di waktu yang berdekatan. Polisi membantah dua insiden tersebut sebuah bentrok antar-ormas.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo menyatakan insiden pengeroyokan yang menewaskan anggota FBR, maupun terbakarnya posko Pemuda Pancasila tidak terkait dengan organisasi. Ady menyebutkan bahwa kedua insiden itu merupakan persoalan antarindividu.

"Tidak ada bentrok. Tapi statemen saya, itu bukan organisasi. Bahwa itu kejadian pidana seperti biasa, tapi bukan konteks FBR Vs PP karena tidak ada atribut yang mereka gunakan," kata Kombes Ady saat dihubungi detikcom, Selasa (16/11/2021).

"Karena kita tanya kepada kedua belah pihak tidak ada kontak ormas. Jadi person per person, bukan organisasi, tapi individu," lanjutnya.

Pun kemudian terjadi perusakan terhadap posko yang menjadi simbol ormas, menurut Ady hal itu hanyalah dampak dari keributan antar-individu.

"Bisa jadi itu dampak, tapi case sebenarnya kita nggak melihat itu antarormas, tapi antarindividu. Kalau terkait itu (ada perusakan posko ormas), itu adalah dampak tambahan yang kebetulan," katanya.

Soal penyebab terjadinya pengeroyokan anggota ormas ini, Ady mengatakan pihaknya masih mendalaminya. Namun, ia kembali menekankan bahwa kejadian tersebut bukan bentrokan antar-ormas.

"Intinya sebenarnya kayak orang lagi nongkrong nggak ada alasan disabet kan banyak kejadian seperti itu. Kebetulan itu salah satunya anggota ormas, tetapi pelaku bukan ormas karena tidak ada atribut," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Saksikan juga 'Oknum Ormas Bekasi Penyebut 'Orang Betawi Bodoh' Dipolisikan':

[Gambas:Video 20detik]



Tak Ada Masalah Antara FBR-Pemuda Pancasila

Ady menambahkan, pihaknya telah meminta konfirmasi kepada pihak FBR maupun Pemuda Pancasila. Hasilnya, pimpinan kedua ormas tersebut menyatakan tidak ada persoalan yang terjadi antara FBR dan Pemuda Pancasila.

"Saat kejadian kita lihat simbol-simbol yang memungkinkan, tapi setelah kita konfirmasi kedua pimpinannya menyatakan tidak ada masalah apa-apa, ini murni individu," ucapnya.

Meski begitu, Ady meminta agar semua pihak tetap tenang. Ady meminta masyarakat untuk mempercayakan proses hukum atas dua insiden itu ke pihak kepolisian.

"Ini bukan permasalahan antarorganisasi, ini masalah individu dan Polri berharap semua pihak bisa tenang sambil kita melakukan pengungkapan terhadap pelaku untuk dimintai keterangan. Serahkan kepada Polri untuk memproses secara hukum," tutur Ady.

(mea/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT