Parpol Lain Melirik Ganjar Usai Panas PDIP Vs Golkar

Tim detikcom - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 22:11 WIB
Ganjar Pranowo di Blora (9/11/2021)
Ganjar Pranowo (Febrian Chandra/detikcom)
Jakarta -

Partai politik lain kini mulai melirik dan siap membuka peluang bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk maju dalam Pilpres 2024. Pemicunya adalah perseteruan antara PDIP dan Golkar.

Perseteruan ini berawal dari candaan Nurdin Halid saat menjadi pembicara dalam diskusi di kompleks MPR/DPR, Jakarta, Kamis (11/11/2021). Dalam diskusi tentang fenomena kemunculan relawan Pilpres 2024 itu, Nurdin berkelakar Golkar akan menerima Ganjar jika tak mendapat tempat di PDIP.

Perwakilan relawan pendukung Ganjar, yang menamakan diri mereka Ganjarist, juga menjadi pembicara dalam diskusi tersebut. Ketua Ganjirst, Mazdjo Pray, hadir secara langsung.

"Apakah nanti aspirasi relawan ditolak atau tidak ditolak itu tidak penting, yang penting adalah suara Golkar adalah suara rakyat, suara rakyat adalah suara Golkar," kata Nurdin.

"Jadi adinda Mazdjo tidak usah khawatir, nanti kalau Ganjar tidak mendapat tempat di partainya ada Golkar terbuka, apakah nomor satu nomor dua itu soal nanti," imbuhnya.

Menurut Nurdin, Golkar siap menjadi rumah baru untuk Ganjar. Namun, Ganjar diingatkan agar menganggap menjadi pemilik Golkar.

"Pak Airlangga tidak mungkin maju sendiri pasti ada wakil, karena ada aspirasi Mazdjo, di tempatnya tidak ada tempat ini ada rumah baru, tapi ketika kita masuk dalam sebuah rumah yang baru tidak cuma kontrak, jangan jadi pemilik. Bersama-sama dulu baru jadi pemilik," sebut Nurdin.

Pernyataan tersebutlah yang menjadi pemicu konflik Nurdin Halid dengan Hasto. Tanggapan Hasto atas kelakar Nurdin Halid memang cukup mengagetkan. Hasto menuding Nurdin sudah beberapa kali membujuk Ganjar, namun ditolak.

"Apa yang ditawarkan oleh salah satu elite Golkar tersebut, yakni Pak Nurdin Halid, barangkali menggambarkan keputusasaannya setelah berulang kali membujuk Ganjar Pranowo, namun Bung Ganjar tidak tertarik, dan setiap kali ditanya terkait persoalan capres-cawapres, Bung Ganjar lebih memilih kerja untuk rakyat menangani pandemi," sebut Hasto, kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).

Hasto menyebut Ganjar lahir dari proses kaderisasi. Dia pun meyakini Gubernur Jawa Tengah itu memahami dan taat pada AD/ART partai.

Sekjen PDIP dua periode itu lalu mengungkit jasa-jasa para pihak yang membuat Ganjar terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah. Menurut Hasto, sejarah itu yang membuat Ganjar paham bahwa urusan Pilpres 2024 di tangan Megawati Soekarnoputri.

"Dari proses menjadi Gubernur sendiri, Bung Ganjar tahu betul ketika dicalonkan sebagai gubernur, saat itu elektoralnya jauh di bawah incumbent. Hanya karena melalui kerja kolektif, gotong royong, yang menyatu dengan rakyat, Bung Ganjar bisa diperjuangkan sebagai Gubernur Jawa Tengah," papar Hasto.

"Kesadaran terhadap aspek historis ini menjadikan Bung Ganjar memahami bahwa urusan capres-cawapres kongres partai telah menyerahkan kepada Ibu Ketua Umum Partai," sambung dia.