ADVERTISEMENT

Luhut Ungkap Kebakaran Tangki Pertamina karena Thunderstorm Luar Biasa

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 12:49 WIB
Menko Marves Luhut Pandjaitan hadiri mediasi di Polda Metro Jaya
Menko Marves Luhut Pandjaitan (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Tangki kilang Cilacap Pertamina kembali mengalami kebakaran. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Pertamina segera melakukan evaluasi.

"Pastilah (permintaan evaluasi). Mereka akan evaluasi sendiri," kata Luhut di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/11/2021).

Luhut menyebut kebakaran di lokasi kini telah selesai dipadamkan. Dari informasi yang diterimanya, kebakaran itu akibat adanya sambaran petir.

"Saya dapat data itu kan sudah padam. Kemungkinan besar karena thunderstorm yang luar biasa," ujar Luhut.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi hari ini telah memaparkan hasil penyelidikan kebakaran yang terjadi di tangki PT KPI Unit Cilacap pada Sabtu (13/11) lalu. Kebakaran kilang Pertamina Cilacap itu, kata Luthfi, terjadi akibat sambaran petir.

"Kami penyidik Polda Jawa tengah untuk sementara menduga bahwa akibat kebakaran dengan kesesuaian keterangan saksi dengan CCTV dan keterangan dalam hal ini BMKG. Kebakaran itu akibat adanya induksi akibat sambaran petir sehingga itu menyebabkan adanya kebakaran," kata Luthfi dalam jumpa pers di Gedung Patra Graha Pertamina Cilacap, Senin (15/11).

Hasil penyelidikan dan penyidikan terkait kejadian, ada enam orang saksi yang sudah diperiksa. Terdiri dari lima orang dari internal Pertamina dan seorang saksi dari BMKG.

"Lima orang saksi diambil keterangan dari eksternal mengatakan benar bahwa pada hari Sabtu, pukul 7 malam, mengatakan bahwa di TKP melihat ada hujan dan petir di wilayah tersebut," ujarnya.

"Hal ini diperkuat oleh satu orang saksi dari BMKG, di mana BMKG mengatakan pada hari-H, Sabtu ada dua titik petir dengan jarak yang satu 45 kilometer dan yang satunya 13 kilometer," lanjut dia.

Hal ini nantinya akan diperjelas dengan keterangan ahli terkait adanya petir jarak jauh dapat menimbulkan induksi.
"Sehingga menyebabkan adanya kilatan cahaya. Ini akan kita perkuat dengan keterangan BMKG," ucapnya.

Selain itu, polisi juga memeriksa tujuh CCTV. Dari dua CCTV yang telah dilihat bahwa pada pukul 19.10.40, didapat adanya kilatan cahaya petir di sekitar kilang.

"Kemudian selang beberapa lama kemudian timbul kebakaran, jadi dua CCTV di seputaran TKP didapat adanya petir atau disinyalir petir yaitu kilat yang menyambar tangki area 36 T-102," ucapnya.

(ygs/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT