Hitung-hitungan Anies soal Target 6 Jam Banjir Surut

Tim detikcom - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 07:45 WIB
Apel kesiapsiagaan PMI terhadap dampak La Nina diselenggarakan di Taman Waduk Pluit, Jakarta, Minggu (14/11/2021). Dengan menggunakan rompi PMI Anies Baswedan hadiri apel pukul 7.40 WIB.
Anies Baswedan (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

Anies menjelaskan Jakarta memiliki sistem drainase dengan desain bisa menampung sampai 100mm hujan. Biasanya, kata Anies, kawasan perumahan bisa menampung 50mm per harinya. Dia mengatakan jika dalam satu hari kapasitas hujan melebihi 100mm, maka kawasan itu akan tergenang.

"Karena kapasitas daya tampungnya satu hari 100 mm per hari. Awal tahun ini kita mengalami 270 mm tahun 2020 bulan Januari 377 mm jadi kita pernah mengalami lebih dari dua kali kapasitas bahkan pernah hampir 4 kali kapasitas," kata Anies.

Lalu Anies menjabarkan soal proses pengeringan saat banjir. Dia menjelaskan hitung-hitungan target banjir surut 6 jam.

"Pompa-pompa disiapkan untuk sebuah kawasan yang tergenang untuk bisa ditarik dikeringkan dengan target operasi 6 jam sesudah hujan berhenti atau 6 jam sesudah sungai surut," ucap Anies.

"Sering kita temuan sungainya tidak surut-surut, karena itulah menjadi lama, karena aliran airnya masih terus berjalan. Tapi begitu sungai surut maka kita targetkan 6 jam untuk bisa tempat itu kering. Jadi itu targetnya. Kita bekerja dengan ukuran satu keselamatan, dua kecepatan untuk bisa mengeringkan sebuah wilayah," sambung dia.

Anies menegaskan lagi kesiapsiagaan menghadapi La Nina tak hanya dilakukan di DKI.

"Saya ingin sampaikan kepada semua bahwa harapan untuk bersiaga itu jangan hanya di wilayah Jakarta, tapi semuanya. Karena La Nina ini tidak milih-milih alamat KTP, dia fenomena global yang berdampak pada kita juga," kata Anies.


(idn/idn)