Anies Ungkap Jakarta Bersiap Dikepung Banjir dari 3 Front

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 21:38 WIB
Menurut data dari BPBD DKI Jakarta, sebanyak 13 RT di Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara terkena dampak rob atau banjir pesisir.
Banjir di Jakarta (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan warganya harus bersiap menghadapi banjir dari 3 front bila air yang datang melebihi kapasitas sungai. Apa saja?

Tiga front itu meliputi peningkatan permukaan air laut di kawasan pesisir, hujan lebat di dalam kota Jakarta serta hujan lebat di kawasan pegunungan yang dilewati aliran 13 sungai.

"Kita akan menghadapi 3 front ini bila volume air yang masuk ke Jakarta melampaui kapasitas sungai kita maka terjadi luberan ke kanan kiri sungai," kata Anies usai menghadiri apel kesiapsiagaan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam menghadapi bencana La Nina di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (14/11/2021).

Diketahui, kapasitas sungai di Jakarta hanya 2.300 meter kubik/detik. Khusus sungai Ciliwung, mampu menampung 600 meter/kubik.

"Jadi ketika volume dan debit air yang datang dari pegunungan pernah mencapai 3.300 (meter kubik/detik) artinya jauh lebih tinggi daripada kemampuan daya tampung sungai kita. Maka kanan kiri sungai akan mengalami genangan," jelasnya.

3 Kata Kunci Hadapi Banjir Ala Anies

Anies meminta warganya untuk siaga menghadapi banjir. Anies membeberkan ada 3 kata kunci yang perlu diingat oleh masyarakat, yakni fase siaga, siap dan antisipasi.

"Untuk menjalankan itu semua ada tiga kata kunci untuk dipegang dan dilaksanakan. Pertama siaga, hari ini kita sedang menunjukkan kesiagaan, kita menyatakan siaga, kita menyatakan siap, kita menyatakan antisipasi," terangnya.

"Apa yang berhasil, apa yang kurang berhasil,maka siapkan sekarang," ucapnya.

Anies menuturkan, sekitar dua tahun lalu terjadi kebakaran di lantai 2 rumah warga saat ada banjir setinggi 80 cm. Peristiwa ini memakan korban suami istri yang meninggal di lantai dua rumah.

Anies berujar, saat itu tak ada kesiapsiagaan warga dalam menghadapi banjir sehingga peristiwa naas ini terjadi. Kondisi inilah yang diminta Anies untuk dijadikan pelajaran agar tak terulang lagi.

"Di bawah penuh air di atas terjadi kebakaran suami istri meninggal di lantai dua di tempat yang penuh air. Ini kejadian nyata apa pelajaran penting dari sana tidak ada tangga di tempat situ, orang nggak bisa turun, tidak ada kesiapan ember, tidak ada kesiapan warga untuk mengantisipasi situasi seperti ini banjir tidak pernah melihat waktu dan lokasi. Siapkan hal-hal kecil, karena itu saya minta kepada semuanya review atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, siapkan itu sekarang fase siaga itu fase mengindentifikasi semua langkah yang harus dilakukan, ini lah fase siaga sesungguhnya," ucapnya.

(isa/lir)