Hitung-hitungan Anies soal Target 6 Jam Banjir Surut

Tim detikcom - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 07:45 WIB
Apel kesiapsiagaan PMI terhadap dampak La Nina diselenggarakan di Taman Waduk Pluit, Jakarta, Minggu (14/11/2021). Dengan menggunakan rompi PMI Anies Baswedan hadiri apel pukul 7.40 WIB.
Anies Baswedan (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara soal target banjir surut 6 jam. Anies membeberkan hitung-hitungannya.

Anies mulanya bicara soal key performance indicator (KPI) penanganan banjir di Jakarta. Anies menyebut banjir apalagi akibat fenomena La Nina bisa terjadi di semua wilayah, tak hanya di Ibu Kota.

"Ketika terjadi banjir, banjirnya itu tidak melihat wilayah administrasi KTP. Jadi banjir terjadi di semua wilayah, karena itu saya berharap kesiapsiagaan ini juga pesan kepada semuanya bahwa di Jakarta kami bersiap. Tapi yang dihadapi di Jakarta bukan hanya oleh kota ini, tapi semuanya," ujar Anies, kepada wartawan, Minggu (14/11/2021).

Anies menuturkan KPI pertama di Jakarta dalam penanganan banjir yakni mencegah adanya korban jiwa. Eks Mendikbud itu mengenang ada kasus meninggal tahun lalu saat banjir Jakarta melanda.

"Tahun-tahun sebelumnya kita menghadapi risiko meninggal karena pada saat banjir utamanya bukan karena air, ada kasus karenaair 1-2, tapi utamanya karena sengatan listrik," tuturnya.

Anies menyebut sudah melakukan koordinasi dengan PLN untuk mencegah risiko kasus meninggal saat banjir. Dia juga mengatakan petugas PLN siap untuk membantu mengamankan.

Selanjutnya Anies menerangkan soal kapasitas curah hujan. Dia mengatakan sudah menginstruksikan jajarannya untuk bersiap menyelamatkan warga jika curah hujan melebihi kapasitas.

"Ada tenda-tenda untuk warga tinggal dan tendanya disiapkan saat ini sesuai dengan kondisi pandemi sehingga menghindarkan penularan, jika sampai ada kasus di tempat-tempat yang sedang mengalami isolasi," katanya.