HNW Minta Generasi Muda Pahami Sejarah Perjuangan Para Pahlawan

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 21:10 WIB
HNW Minta Generasi Muda Pahami Sejarah Perjuangan Pahlawan
Foto: Dok. MPR RI

Setelah melalui perdebatan yang panjang, panitia 9 berhasil mencapai permufakatan, dan disepakatilah pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Meski begitu, masih ada ganjalan pada sila pertama yang ada pada pembukaan.

Kelompok Indonesia timur keberatan dengan adanya kalimat, Ketuhanan dengan menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

HNW juga menuturkan keberhasilan pembentukan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 tak lepas dari kelihaian KH. Anwar Sanusi. Ketika kelompok religius dan kebangsaan tak menemukan mufakat, Anwar Sanusi menawarkan pertemuan untuk dilakukan lobi. Esok harinya pada 22 Juni 1945, panitia 9 berhasil merampung pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

"Ini menunjukkan, meski berbeda-beda, tetapi dialog jalan terus, sampai ada kompromi. Itu berarti sila pertama Pancasila yang berbunyi Ketuhan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, sempat berlaku, hingga 17 Agustus 1945, sebelum akhirnya diubah pada 18 Agustus 1945," ujar HNW.

Bahkan, meski perbedaan pendapat pada dialog tersebut sangat keras, akhirnya semua kelompok mengakui Indonesia adalah negara religius. Ini dibuktikan dengan adanya pengakuan bahwa kemerdekaan Indonesia didapat atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa seperti yang tersirat pada alinea tiga Pembukaan UUD NRI 1945.

Perjuangan berat ini, kata HNW, harus diketahui oleh generasi muda. Agar mereka paham dan menghargai pengorbanan para pahlawan. Kemudian melanjutkan dan menjaganya, supaya tidak diombang ambingkan sekelompok orang yang menyimpan keinginan menggantikan Pancasila dengan ideologi yang lain.

"Penting bagi pemuda, khususnya generasi muda Islam, bahwa pengorbanan umat Islam sangatlah besar. Karena itu mereka harus senantiasa menjaganya, jangan sampai lengah apalagi digantikan dengan ideologi yang lain," tuturnya.

Selain HNW, Anggota MPR RI F-PKS H. Ahmad Syaikhu, menjadi narasumber pendamping pada acara tersebut. Ikut hadir pada acara itu, Junaidy Auli, BPW PKS Sumbagsel, Ketua MPW PKS Babel Dody Kusdian, Ketua DPW PKS Babel, Aksan Visyawan, Anggota DPRD Kota, Kabupaten, dan Provinsi Fraksi PKS se-Bangka Belitung.


(akd/ega)