PDIP: Tawaran Nurdin Halid ke Ganjar Gambarkan Keputusasaan

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 08:01 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Esti Widiyana)
Jakarta -

Partai Golkar menyatakan siap menampung Ganjar Pranowo jika tidak mendapat tempat di PDIP untuk nyapres 2024. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan tawaran itu merupakan godaan setiap kader partai.

"Setiap anggota dan kader Partai itu selalu dihadapkan pada ujian, termasuk godaan kekuasaan. Di situlah mentalitas kader, kedisiplinan, loyalitas, dan dedikasi setiap kader akan diuji," kata Hasto, kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).

"Hasil ujian itulah yang akan menentukan tentang karakter kepemimpinan seseorang, apakah akan hadir sebagai kader yang setia pada garis kebijakan partai atau tergoda pada bujukan kekuasaan," lanjutnya.

Hasto menegaskan pihaknya selalu melahirkan pemimpin dari proses kaderisasi, bukan membajak partai lain. Dia lantas menilai apa tawaran itu merupakan gambaran kalau Golkar sudah berulang kali membujuk, namun Ganjar menolak.

"Bagi PDI Perjuangan kepemimpinan itu lahir dari proses kaderisasi secara sistemik, bukan dengan membajak kader partai lain sebagai jalan pragmatis kekuasaan," ujarnya.

"Apa yang ditawarkan oleh salah satu elite Golkar tersebut, yakni Pak Nurdin Halid, barangkali menggambarkan keputusasaannnya setelah berulang kali membujuk Ganjar Pranowo, namun Bung Ganjar tidak tertarik, dan setiap kali ditanya terkait persoalan capres-cawapres, Bung Ganjar lebih memilih kerja untuk rakyat menangani pandemi," sambung Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menyebut Ganjar lahir dari proses kaderisasi. Menurut Hasto, Ganjar pasti memahami dan taat pada AD/ART partai.

"Bung Ganjar Pranowo sebagai kader Partai lahir dari proses kaderisasi Partai dan terlibat langsung dalam kegiatan Badiklat Partai sejak tahun 2000. Dia tentunya memahami bahwa berpartai itu taat pada AD ART Partai," ucapnya.

Hasto menilai Ganjar tahu persis proses yang membuat elektoralnya tinggi hingga terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah. Untuk itu, Hasto yakin, Ganjar tidak akan mudah tergoda dan menyerahkan semua keputusan capres-cawapres kepada Ketua Umum.

"Dari proses menjadi Gubernur sendiri, Bung Ganjar tahu betul ketika dicalonkan sebagai gubernur saat itu elektoralnya jauh di bawah incumbent. Hanya karena melalui kerja kolektif gotong royong yang menyatu dengan rakyat, Bung Ganjar bisa diperjuangkan sebagai Gubernur Jawa Tengah. Kesadaran terhadap aspek historis ini menjadikan Bung Ganjar memahami bahwa urusan capres-cawapres kongres partai telah menyerahkan kepada Ibu Ketua Umum Partai," tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Lihat Video: Daftar 'Copras-Capres 2024': Anies Baswedan hingga Luhut Pandjaitan

[Gambas:Video 20detik]