Bela Puan, Ketua PDIP Beberkan Data Sedih soal Pertanian RI

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 17:42 WIB
Ketua Banggar DPR 2019-2024 Said Abdullah
Ketua DPP PDIP Said Abdullah. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Potret Ketua DPR Puan Maharani menanam padi bersama petani di waktu hujan menuai sindiran. Ketua DPP PDIP Said Abdullah membela Puan seraya membeberkan data sedih soal pertanian RI.

"Keikutsertaan Ibu Puan Maharani bercocok tanam dengan petani sebaiknya kita maknai positif. Berpikir positif itu menyehatkan. Lebih jauh saya mengajak melihat perhatian Bu Puan kepada para petani. Marhaenisme yang dipikirkan oleh Bung Karno, kakek Bu Puan, adalah hasil pergulatan dengan para petani. Nasib petani kita belum baik, masih jauh dari kata sejahtera," kata Said kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).

Said membeberkan data Indeks Tanaman Pangan (ITP). Dia menjelaskan kondisi petani memprihatinkan lantaran ITP mengalami penurunan hingga ke angka 90-91 sejak 2017.

"Bahkan bila kita lihat dalam rentang yang lebih panjang, porsi sektor tanaman pangan terhadap PDB terus mengalami penurunan. Pada tahun 2010 share sektor tanaman pangan terhadap PDB sebesar 3,69 persen, pada tahun 2015 turun menjadi 3,25 persen dan tahun 2020 kembali turun ke 3,07 persen," ujar pria yang juga Ketua Badan Anggaran DPR ini.

Kondisi ITP yang rendah ini, kata dia, menyebabkan Indonesia terus melakukan impor pangan. Kondisi ini juga yang akhirnya menyebabkan tingginya kemiskinan di desa.

"Akibatnya Indonesia terus menjadi negara pengimpor pangan. Hampir semua kebutuhan pangan strategis rakyat, sebagiannya ditopang dari kegiatan impor dari negara lain, termasuk beras sebagai kebutuhan pangan pokok rakyat. Suplai beras Indonesia bergantung dari Vietnam, Thailand, Pakistan. Lebih menyedihkan lagi, Indonesia pernah impor beras dari Taiwan dan Singapura yang notabene negara kota," jelasnya.

"Padahal ke semua kebutuhan ini bila kita melakukan pembangunan dengan serius dan berkelanjutan harusnya bisa dipenuhi oleh para petani dan peternak kita di dalam negeri. Tak kunjung membaiknya sektor pertanian tentu memberi kontribusi besar terhadap kemiskinan di desa," lanjut Said.

Atas dasar itulah, menurut dia, akhirnya Puan turun ke bawah mencoba mendorong pembangunan pertanian. Puan mencoba memaksimalkan kerja pada sektor pertanian.

"PDI Perjuangan yang salah satunya direpresentasikan oleh Bu Puan ingin mendorong pembangunan pertanian kita lebih berkualitas, memaksimalkan kerja kerja pada sektor pertanian yang telah dibangun oleh Presiden Jokowi agar pada tahun 2024 kita sudah mulai mengurangi ketergantungan pangan dari suplai impor, dan secara perlahan menjadi negara berdaulat di bidang pangan," tuturnya.

Susi Kritik Puan Tanam Padi Hujan-hujanan

Untuk diketahui, Puan Maharani menanam padi ketika melakukan kunjungan kerja ke DI Yogyakarta. Puan Maharani menanam padi di tengah guyuran hujan. Aksi Puan Maharani dikomentari eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Dalam keterangan resminya seperti dikutip Jumat (12/11/2021), Puan mendatangi area persawahan Sendangmulyo, Sleman, DIY, Kamis (11/10). Meski hujan deras mengguyur, Puan turun ke sawah untuk menanam padi bersama sejumlah petani perempuan di tengah lahan pertanian seluas 6 hektare.

Selama menanam bibit padi, Puan juga berdialog dengan petani. Mengenakan caping dan sepatu khas petani, Puan sesekali berbicara menggunakan bahasa Jawa.

Aksi Puan menanam padi di tengah hujan tak luput dari kritik. Salah satu yang mengomentari adalah Susi Pudjiastuti. Dengan emotikon tangan tertelungkup, Susi menyebut biasanya petani tidak menanam padi hujan-hujanan.

"Biasanya petani menanam padi tidak hujan hujanan," kata Susi di Twitter. (maa/tor)