PM Anwar Ibrahim Dirawat di RS, Sakit Apa?

PM Anwar Ibrahim Dirawat di RS, Sakit Apa?

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 10 Agu 2026 11:56 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: (Reuters))
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: (Reuters))
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Dia sedang menjalani pemeriksaan dan prosedur medis, dan diperkirakan akan berada di bawah pemantauan tim medis selama dua hari.

Anwar sedang "menjalani pemeriksaan dan prosedur yang ditetapkan oleh tim ahli medis", kata Sekretaris Pers Tunku Nashrul Abaidah dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

"Mari kita berdoa... semoga beliau diberkati dengan kesehatan yang baik sehingga beliau dapat kembali menjalankan tugasnya seperti biasa dalam waktu dekat," imbuh pernyataan itu, dilansir kantor berita Reuters, Senin (10/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kantor PM Malaysia tidak menyampaikan secara detail mengenai masalah kesehatan yang dihadapi Anwar.

Anwar, yang berulang tahun ke-79 pada hari Senin (10/8) ini dan telah menjabat sejak 2022, sebelumnya mengalami masalah bahu dan punggung yang berulang.

Ia pernah dirawat di rumah sakit pada tahun 2018 karena nyeri bahu dan punggung. Pada bulan November lalu, ia membatalkan perjalanan ke negara bagian Pahang karena sakit punggung.

Pada bulan Januari, ia dinyatakan sehat setelah menjalani pemeriksaan medis rutin, menurut pernyataan rumah sakit.

Sebelumnya pada hari Sabtu (8/8), Anwar menghadap Raja Malaysia Sultan Ibrahim Iskandar. Usai pertemuan tersebut, Sultan Ibrahim membuat pernyataan Kerajaan termasuk soal penangkapan pilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman di Indonesia karena dugaan kepemilikan narkoba seberat 26 kilogram.

Sultan Ibrahim memerintahkan pihak berwenang memperketat pengawasan di seluruh bandara hingga perbatasan negaranya.

Sultan Ibrahim mengatakan bahwa langkah ini diperlukan untuk mencegah penyelundupan narkoba dan aktivitas kriminal lintas negara yang mengancam keselamatan serta keamanan publik.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait