Forum Warga Sambut Baik Pembebasan 293 Lahan untuk Normalisasi Ciliwung

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 22:58 WIB
Ketua Forum Warga Normalisasi Kali Ciliwung RW 07, Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan, Sari Budi Handayani
Ketua Forum Warga Normalisasi Kali Ciliwung RW 07, Kelurahan Rawajati, Jaksel, Sari Budi Handayani (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembebasan 293 bidan tanah yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta untuk normalisasi sungai tahun ini. Upaya pembebasan lahan tersebut disambut baik oleh warga dan berharap bisa cepat direalisasikan.

Ketua Forum Warga Normalisasi Kali Ciliwung RW 07, Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan, Sari Budi Handayani, menyampaikan keluh kesahnya mengenai normalisasi Kali Ciliwung dan proses pembayaran ganti-untungnya kepada warga. Dia dan warga lainnya memang sudah menunggu rencana pembebasan lahan untuk normalisasi itu bisa segera dilakukan.

"Kita juga nungguin gitu ya di TV, di mana isu warga sebelum ini kan udah kencang gitu. Dibilang pending-lah, apalah," kata Sari, saat ditemui di rumahnya, pada Jumat (12/11/2021).

Dia tidak diam begitu saja dengan isu yang santer diberitakan. Sari pun telah mengakomodasi warganya untuk segera melaporkan persyaratan terkait penggusuran normalisasi hingga kemudian akhirnya muncul angin segar, berupa penerbitan peta bidang.

"Saya memastikan gitulah, sebenarnya bener nggak sih? Karena kita udah berkali-kali di-PHP nih, dan Alhamdulillah semalam, Kamis (11/11) udah keluar peta bidang, terus di situ ada data-data dari warga yang jika ada sanggahan, dikasih waktu 14 hari dari peta ini keluar," ucapnya.

Sari menyebut bahwa warga RW 07 ingin proses normalisasi dan ganti-untung dipercepat. Sebab, tahun depan sudah memasuki musim hujan dan mereka ingin segera pindah karena banjirnya dinilai sudah tidak wajar.

"Karena banjirnya sudah nggak normal, dari Januari sampai sekarang udah 30-an kali membersihkan rumah, itu bisa lebih kayaknya. Karena kemarin aja sebulan kemarin udah 4 kali kan nggak wajarlah, sebetis, sepinggang, sampai kemarin 2 meter kan," ujarnya.

Akibatnya, tidak sedikit warga yang sudah merasa lelah menunggu proses ganti-untung ini segera dilaksanakan pembayarannya. Para warga ingin memperbaiki hidupnya dari kesehatan yang tidak hanya menguntungkan pribadi warga, tapi keseluruhan DKI Jakarta.

"Warga juga sudah merasa lelah, sudah capek, pengen hidup sehat, pengen juga ya memberikan mereka hidup sehat. Jakarta-nya juga sehat, tidak banjir lagi. Ada suatu inilah, perbaikan perekonomian kesejahteraan, kenyamanan hidup buat warga kita juga," ungkapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: