ADVERTISEMENT

Nurdin Halid ke Ganjarist: Jika Ganjar Tak Dapat Tempat PDIP, Golkar Terbuka

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 17:35 WIB
Nurdin Halid
Nurdin Halid (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Golkar Nurdin Halid berkelakar bahwa partainya siap menampung Ganjar Pranowo jika tidak dapat tempat di PDIP. Menurut Nurdin Halid, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak dapat maju seorang diri di Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan Nurdin, dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, berjudul 'Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi?', Kamis (11/11/2021). Nurdin awalnya mengatakan setiap partai punya mekanisme dalam mengusung pencalonan pilpres.

Nurdin mengatakan diterima atau tidaknya aspirasi masyarakat terkait tokoh capres tidak terlalu penting. Menurutnya, Golkar selalu menerima suara rakyat.

"Apakah nanti aspirasi relawan ditolak atau tidak ditolak itu tidak penting, yang penting adalah suara Golkar adalah suara rakyat, suara rakyat adalah suara Golkar," kata Nurdin.

Nurdin lantas berkelakar dengan Ketua Relawan Ganjarist, Mazdjo Pray. Dia mengatakan Golkar akan menerima jika Ganjar tidak dapat tempat di PDIP.

"Jadi adinda Mazdjo tidak usah khawatir, nanti kalau Ganjar tidak mendapat tempat di partainya ada Golkar terbuka, apakah nomer satu nomer dua itu soal nanti," ujarnya.

"Pak Airlangga tidak mungkin maju sendiri pasti ada wakil, karena ada aspirasi Mazdjo, di tempatnya tidak ada tempat ini ada rumah baru, tapi ketika kita masuk dalam sebuah rumah yang baru tidak cuma kontrak, jangan jadi pemilik. Bersama-sama dulu baru jadi pemilik," lanjut Nurdin.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Daftar 'Copras-Capres 2024': Anies Baswedan hingga Luhut Pandjaitan

[Gambas:Video 20detik]



Nurdin lantas menjelaskan simulasi pencalonan Pilpres 2024. Dia menyebut paling tidak ada 3 paslon jika parliamentary threshold sebesar 20 persen.

"Tapi kalau kita mau exercise menurut saya tiga calon maksimal, kalau kita lihat kan ada PT 20 persen, misalnya Golkar butuh satu partai, PDIP tak perlu partai lagi sendiri sudah cukup. Ada partai yang butuh dua partai, NasDem butuh dua partai, PKB butuh 4 partai, dari exercise itu kita bisa lihat siapa yang mulus jadi capres siapa yang tidak mulus," tuturnya.

(eva/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT