ADVERTISEMENT

Dituding Tak Hargai Perjuangan Kader PDIP, Ini Tanggapan Ganjar

Febrian Chandra - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 11:38 WIB
Ganjar Pranowo di Blora, 10/11/2021
Ganjar Pranowo (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Teddy Sulistio mundur dari Ketua DPC PDIP Salatiga dengan mengungkap sejumlah kekecewaan. Salah satunya adalah para elite partai tak lagi menghargai perjuangan kader di daerah. Salah satu yang disebut Teddy adalah Ganjar Pranowo. Apa kata Ganjar?

Teddy berasal dari keluarga kader loyal PDIP. Orang tuanya, Djatmiko Wardoyo dan Sri Utami, adalah kader senior PDIP yang sebelumnya mempimpin PDI Pro Mega di Salatiga hingga menjadi PDIP. Teddy pun mengungkapkan kekecewaan ketika jasa orang tuanya seolah dilupakan.

"Bapak saya itu pendiri PDI Pro Mega di sini (Salatiga). Terakhir jadi ketua fraksi di tingkat provinsi, dua periode. (Pak Djatmiko) seda (meninggal) itu WA saja nggak, teka wae ora (datang/melayat saja tidak), karangan bunga saya yang bikinkan, mulai Mbak Puan, Bu Mega, Mas Hasto, Ganjar, Pacul," kata Teddy kepada wartawan pada Senin (8/11) lalu.

Namun Ganjar Pranowo membantah dia disebut ada persoalan pribadi dengan Teddy. Sejauh ini, kata Ganjar, dirinya tetap berkomunikasi dengan Teddy dan tidak ada kendala apapun.

"Aku WA-WA-nan (WhatsApp) sama Mas Tedy kok," kata Ganjar saat berkunjung di Pendopo Samin Surosentiko di Klopoduwur, Banjarejo, Blora, Rabu (10/11/2021).

Ganjar mengatakan, hubungan dia dengan Teddy berjalan baik-baik saja dan harmonis. Dari dulu hingga sekarang, kata Ganjar, hubungan baik antara dia dengan Teddy tetap terjaga dengan baik.

"Dari dulu saya baik-baik saja dengan Mas Teddy," tuturnya.

Sebelumnya, Ganjar mengatakan pengunduran diri Teddy hanyalah sebuah bagian dari dinamika di internal PDIP.

"Saya baca koran habis bertemu dengan Pak Sekjen (Hasto Kristiyanto). Saya kira baik jugalah," ujar Ganjar kepada wartawan di Blora, Selasa (9/11).

Ganjar menyebut apa yang dilakukan oleh internal PDIP untuk menyelesaikan persoalan tersebut adalah bagian dari mengelola partai agar tetap rukun dan saling mendukung.

"Antarkader PDIP harus rukun harus saling mendukung. Kritik autokritik biasa, dinamika biasa," lanjutnya.

Lihat juga Video: Dukung Ganjar Jadi Capres 2024, Ini Langkah Relawan di Bali

[Gambas:Video 20detik]




(mbr/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT