Dukung Gubernur Midji, PD: Pengusaha Sawit Kontribusi Atas Banjir di Kalbar

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 09:00 WIB
Anggota Komisi V DPR sekaligus Wasekjen Demokrat, Irwan Fecho.
Irwan Fecho (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Wasekjen Demokrat Irwan mengapresiasi Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji, yang mengusir 20 pihak perusahaan sawit dari kantornya karena tidak memberikan sikap soal banjir di Kalbar. Irwan menyebut pengusaha sawit berkontribusi besar terhadap banjir di Kalbar.

"Aksi tegas Gubernur Kalbar itu harus kita apresiasi. Saya pikir semangat kepahlawanan di Hari Pahlawan Nasional ini telah ditunjukkan oleh beliau," ujar Irwan kepada detikcom, Rabu (10/11/2021).

"Pengusaha sawit itu berkontribusi besar terhadap deforestasi dan bencana banjir di Kalbar," lanjutnya.

Menurut anggota Komisi V DPR itu, sudah seharusnya pengusaha sawit membantu rakyat Kalbar yang tengah terdampak banjir. Irwan menyebut kehadiran pengusaha sawit di Kalbar tidak hanya mengambil keuntungan dari sumber daya alam Kalbar saja, tapi juga mesti berkontribusi positif terhadap lingkungan.

"Jangan bisanya merusak hutan," tegas Irwan.

Irwan mengatakan banjir di Kalbar rata-rata terjadi di daerah hulu aliran Sungai Kapuas. Banjir di wilayah Kapuas Hulu, Sintang, dan Sekadau terjadi karena tutupan lahan hutannya berkurang karena izin usaha perkebunan, pertambangan, dan usaha pemanfaatan hasil hutan alam.

"Pelepasan kawasan hutan oleh KemenLHK di hulu Sungai Kapuas salah satu penyebabnya. Bahkan hutan lindung mereka lepas jadi area penggunaan lain. Harusnya ada moratorium pelepasan kawasan hutan di sana," tegasnya.

Solusi jangka pendeknya, terang Irwan, harus segera ditangani. Irwan mengatakan korban banjir harus mendapat bantuan makanan dan materi pakaian dan tempat tinggal.

"Gubernur Kalbar harus segera revisi rencana tata ruang wilayah Provinsi Kalbar. Jangan ada lagi penerbitan izin perkebunan, tambang, juga HPH (hak pengusahaan hutan) dan HTI (hutan tanaman industri) di hulu Sungai Kapuas. Itu kunci pengendalian banjir di sepanjang DAS Kapuas," paparnya.

Lihat juga video 'Permintaan Ekspor Tinggi Jadikan Sawit Penopang Perkonomian Bangka Belitung':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman berikutnya