Kemenparekraf-Pemprov DKI Tinjau Penerapan Prokes di Tempat Karaoke Jakarta

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 21:54 WIB
Kemenparekraf dan Pemprov DKI tinjau penerapan prokes di tempat karoke Jakarta
Kemenparekraf dan Pemprov DKI tinjau penerapan prokes di tempat karaoke Jakarta (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 62 tempat karaoke di DKI Jakarta kembali diizinkan beroperasi dengan protokol kesehatan (prokes) ketat setelah Jakarta berstatus PPKM level 1. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Pemprov DKI pun meninjau penerapan prokes COVID-19 di salah satu tempat karaoke di Jakarta.

Lokasi karaoke yang ditinjau adalah Happy Puppy Mangga Besar di Sawah besar, Jakarta Pusat. Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (10/11/2021) para pengunjung diminta mengakses aplikasi PeduliLindungi serta mengisi data diri sebelum masuk ke ruangan.

Hanya ada 9 dari 25 ruang bernyanyi yang di buka selama uji coba kali ini. Selain itu, tim mengecek penerapan prokes COVID-19 di dalam ruangan bernyanyi.

Di sana, kapasitas di dalam ruangan bernyanyi 25% dan kursi diberi label pembatas. Karaoke ini juga dilengkapi alat sterilisasi mikrofon dan ruangan bernyanyi.

"Tadi sudah lihat bagaimana dari manajemen Happy Puppy sudah mengikuti ketentuan, kita sudah sama-sama lain. Bahkan dari manajemen Happy Puppy menyiapkan satu alat di mana alat itu alat untuk sterilisasi mikrofon. Kan tadi bagus banget tuh jadi alat itu dibukakan terus disterilisasi tatkala sudah 30 detik tersterilisasi diambil untuk diberikan kepada pengunjung," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata seusai peninjauan, Rabu (10/11/2021).

Ke depannya, Pemprov DKI akan memberi sanksi bagi pengelola karaoke yang tidak mematuhi aturan prokes saat beroperasional. Mekanisme pemberian sanksi dimulai dari teguran tertulis.

"Treatmentnya seperti industri yang melanggar ketentuan, pertama ada surat teguran tertulis, kemudian juga ada penerapan sanksi dan lain-lain," ujarnya.

Pemprov DKI juga akan melakukan evaluasi menjelang keputusan PPKM ke depan. Hasil evaluasi ini akan dilaporkan kepada Kemenparekraf dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

"Nanti setelah ini, menjelang PPKM berikutnya kita akan lakukan evaluasi dan nanti kita akan lapor pada Kemenparekraf maupun Kemenkomarves," imbuhnya.

Terkait penambahan tempat karaoke, Andhika mengatakan pengelola dapat mengajukan pembukaan karaoke melalui asosiasi. Selanjutnya, tim dari Disparekraf akan melakukan peninjauan dan pengkajian.

"Teman-teman dari pengusaha rumah bernyanyi kan tergabung dalam APERKI, jadi kita minta mereka melalui asosiasi melaporkan pada Pemprov nanti Pemprov melakukan semacam pendalaman sebelum diusulkan kepada pemerintah pusat," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan video 'Tempat Karaoke Keluarga Kembali Beroperasi, Berikut Ini Prokesnya':

[Gambas:Video 20detik]