detikcom Do Your Magic

detikcom Do Your Magic: Cerita Warga Kebanjiran Saat Tanggul Kali Baru Jebol

Marteen Ronaldo - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 13:31 WIB
Jebolan baru di Kawasan Hek, Kramat Jati, Jakarta Timur.  Jebolan itu mengakibatkan permukiman warga sempat terendam banjir.
Foto: Marteen Ronaldo/detikcom
Jakarta -

Tanggul di Kali Baru, Jl Rahayu, kawasan Hek, Kramat Jati, Jakarta Timur, jebol beberapa hari lalu. Kejadian itu sempat membuat permukiman di pinggir tanggul kebanjiran.

Pada Minggu (7/11) malam, air meluap dari Kali Baru dan masuk ke permukiman warga termasuk RT 10 RW 1, Kelurahan Kampung Tengah, Kramat Jati. Warga kaget saat banjir setinggi sebetis orang dewasa atau sekitar 30 sentimeter menggenangi permukiman.

"Ini pertama kalinya masuk ke rumah warga dan ke Jalan Rayahu itu. Jadi setiap titik ada air. Kalau sebelumnya itu bisa tertahan menggunakan karung (tanggul sementara)," kata Ketua RT 010, Nehmi, saat dihubungi, Rabu (10/11/2021).

Ketua RT 010, RW 01, Kampung Tengah, Kramat Jati, Nehmi,Ketua RT 010, RW 01, Kampung Tengah, Kramat Jati, Nehmi (Marteen Ronaldo/detikcom)

Nehmi menduga tanggul jebol sebelum ada air kiriman dari Bogor. Jika tanggul tidak jebol, ada kemungkinan permukiman tidak banjir meski ada air kiriman dari Bogor.

"Jadi kemarin itu belum masuk kiriman dari Bogor itu tanggul sudah jebol duluan karena intensitas hujan hari Minggu lalu cukup tinggi. Mungkin kalau tanggulnya tidak jebol, itu air kiriman dari Bogor bisa dikendalikan," kata Nehmi.

Nehmi bercerita biasanya air hanya menggenangi Jl Raya Bogor, tidak sampai ke permukiman warga. Namun, pada Minggu (10/11), air masuk ke permukiman warga dan menggenangi tiga RT sekaligus.

"Karena memang rusaknya tanggul itu berdampak di beberapa RT, seperti 9, 10," jelasnya.

Warga yang terdampak banjir harus mengamankan barang-barang elektronik dan barang berharga lainnya ke tempat yang lebih tinggi. Sampai saat ini, Nehmi masih menyimpan beberapa barang di atas lemari karena masih waswas banjir kembali datang.

Dia menyebut, rencana perbaikan sudah ada, namun sampai saat ini belum ada realisasi. Dia berharap agar perbaikan segera dilakukan, mengingat sudah ada tiga titik jebol di kawasan Hek.

"Rencana perbaikan itu sudah ada, kita berkomunikasi dengan lurah yang sebelumnya itu, perbaikan dilakukan di Kali Baru terlebih dahulu, baru nanti ke tanggul Hek. Tetapi sampai sekarang sudah delapan bulan lebih masih belum ada perbaikan," ujarnya.

"Sebenarnya sudah sering terjadi (tanggul jebol), tetapi ini yang paling parah jebolnya. Harapan kita tentunya agar ini segera diperbaiki secara menyeluruh oleh pemerintah setempat," tutupnya.

(aik/aik)