Di Hadapan Para Ulama, Mahfud Bicara RI Bukan Negara Agama dan Bukan Sekuler

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 12:14 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md di ijtima ulama komisi Fatwa MUI
Mahfud Md (Foto: Kemenko Polhukam)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menghadiri ijtima ulama komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam pidatonya, Mahfud mengatakan Indonesia adalah negara Pancasila, bukan negara agama dan bukan sekuler.

"Pancasila sebagai dasar negara merupakan kesepakatan suci atau mitsaqan ghalidza bangsa Indonesia setelah melalui debat panjang yang bermutu tinggi," kata Mahfud saat memberikan sambutan di ijtima ulama MUI di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (9/11/2021), seperti dalam transkrip pidato Mahfud yang diberikan oleh Kemenko Polhukam.

Mahfud mengatakan perdebatan yang paling menonjol itu adalah antara Sukarno dan M Natsir. Mahfud menyebut kedua tokoh itu memiliki pandangan yang berbeda mengenai hubungan Islam dan negara.

"Perdebatan yang paling menonjol dan bermutu adalah perdebatan dua tokoh Islam yakni Sukarno dan Natsir sejak akhir 1930-an. Menurut saya keduanya sama-sama tokoh dan pejuang Islam, keduanya hanya berbeda dalam meletakkan hubungan antara Islam dan Negara ketika Indonesia akan merdeka saat itu. Keduanya sama-sama ingin melihat umat Islam maju di dalam negara yang juga maju," sebutnya.

Mahfud menyebut Sukarno ingin mendirikan negara sekuler Indonesia. Sementara Natsir ingin membuat negara Islam.

"Tapi akhirnya keduanya mencapai persetujuan yang indah, yakni lahirnya negara kebangsaan Indonesia yang berketuhanan (religious nation state). Debat Sukarno-Natsir yang menjadi debat seluruh warga bangsa," sebutnya.

Mahfud mengatakan para tokoh bangsa termasuk Sukarno dan Natsir akhirnya menyepakati Indonesia adalah negara kesatuan berdasarkan Pancasila. Dia menyebut Indonesia bukanlah negara sekular seperti yang diperjuangkan Sukarno, Indonesia juga bukan negara Islam seperti yang diperjuangkan M Natsir.

"Dengan demikian, lahirlah NKRI berdasar Pancasila sebagai kesepakatan luhur. Indonesia bukan negara sekuler seperti yang dulunya diperjuangkan oleh Bung Karno dkk. Juga bukan negara Islam seperti yang dulunya diperjuangkan oleh Natsir dkk. Sukarno yang memang Islam santri menerima pentingnya agama dalam bernegara, Natsir yang juga santri tidak bisa menolak kenyataan bahwa bangsa ini majemuk sehingga tidak bisa dipaksa menjadi negara Islam," sebut dia.

"Itulah sebabnya NKRI berdasar Pancasila merupakan darul mitsaq menurut NU atau darul ahdi was syahadah menurut Muhammadiyah, yakni negara yang lahir karena kesepakatan dan perjanjian suci," lanjutnya.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan bahwa Sukarno dan Natsir adalah santri yang saleh. Dia menambahkan bahwa Indonesia tidak memperlakukan hukum agama.

"Tak dapat dibantah, Sukarno mengambil peran utama dalam seluruh proses itu. Tak dapat dibantah pula bahwa dalam arti umum Sukarno, seperti halnya Natsir, adalah santri yang saleh. Keduanya membuat gerbong yang sama-sama kuat untuk membangun mitsaqan ghalidza. Di negara Pancasila, negara tidak memberlakukan hukum agama tertentu tetapi melindungi semua warga negara yang ingin melaksanakan ajaran agamanya masing-masing," tutur Mahfud.

Simak juga Video: Mahfud Ungkap 4 Obligor yang Sudah Bayar Dana BLBI

[Gambas:Video 20detik]