CEO Erigo Diperiksa Polisi di Kasus Kabur Karantina Rachel Vennya

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 13:51 WIB
Gedung Polda Metro Jaya
Gedung Polda Metro Jaya (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kasus kabur karantina Rachel Vennya masih terus diusut polisi. Hari ini polisi memeriksa CEO dari brand fashion Erigo, M Sadad.

"Iya benar," kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian saat dihubungi detikcom, Selasa (9/11/2021).

Jerry belum memerinci perihal substansi yang digali dari pemeriksaan M Sadad. Dia hanya menyebut CEO brand Erigo itu diperiksa dengan kapasitas sebagai saksi.

"Masih saksi," ujar Jerry.

Brand Erigo diketahui sebagai pihak yang memberangkatkan Rachel Vennya ke Amerika Serikat pada September 2021. Kasus kabur karantina selebgram itu diketahui bermula saat Rachel Vennya pulang dari Amerika Serikat tanpa melalui proses karantina.

Rachel Vennya diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kabur karantina pada Rabu (3/11). Selain Rachel Vennya, manajer dan kekasihnya, Maulida Khairunnia dan Salim Nauderer, turut ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, satu petugas protokoler Bandara Soekarno-Hatta inisial OP juga ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Tersangka OP diketahui berperan dalam membantu kaburnya selebgram itu dari karantina di RSDC Pademangan.

Rachel Vennya dijerat dengan UU Karantina Kesehatan. Selebgram itu terancam hukuman satu tahun penjara.

Atas dasar itu, polisi tidak menahan Rachel Vennya.

"Secara subjektif seperti ini ancamannya satu tahun penjara. Kalau lima tahun ke atas baru kita tahan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Rabu (3/11).

Penetapan Rachel Vennya sebagai tersangka kasus kabur dari karantina dilalui dengan serangkaian penyelidikan hingga penyidikan. Setidaknya ada empat alat bukti yang dikantongi polisi saat menetapkan selebgram tersebut sebagai tersangka.

"Alat bukti pasti ada. Alat bukti terdiri dari empat. Keterangan saksi, keterangan ahli, bukti petunjuk, terus kemudian keterangan dokumen," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi detikcom, Rabu (3/11).

Menurut Ade, dari empat alat bukti itu ada benang merah yang sama. Rachel Vennya diketahui melanggar protokol kesehatan berupa kabur saat karantina.

"Keterangan saksi betul dia keluar dari (RSDC Pademangan), tidak melalui proses karantina. Karantina tidak selesai. Dari keterangan saksi dapat, dari keterangan ahli bahwa sekarang masih diberlakukan seperti itu (kewajiban karantina) dapat, kemudian dari dokumen juga dapat. Alat buktinya ada," terang Ade.

Lihat Video: Rachel Vennya Bungkam Usai Diperiksa Sebagai Tersangka

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/knv)