Dishub DKI soal Wacana CFD Dibuka Lagi: Tergantung Kasus COVID-19

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 23:26 WIB
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo (Tiara Aliya/detikcom
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta berbicara mengenai peluang dibukanya car free day (CFD) saat PPKM level 1. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pembukaan kawasan CFD bergantung pada perkembangan kasus COVID-19 di Ibu Kota.

"Saat ini kan kita sedang melakukan pemantauan terus terhadap positif COVID-19. Jadi terhadap pembukaan itu sangat tergantung dengan jumlah kasus positif," kata Syafrin kepada wartawan, Senin (8/11/2021).

Syafrin mengatakan saat ini kasus harian COVID-19 di Jakarta cenderung fluktuatif. Meskipun banyak pelonggaran dalam PPKM level 1 ini, Pemprov DKI perlu berkoordinasi dulu dengan Satgas COVID-19 sebelum membuka CFD.

"Memang angkanya masih fluktuatif, kita menunggu setelah settle, apakah ini akan kami koordinasi dengan Satgas, tentu itu menjadi penting, tidak hanya melihat animo masyarakat masuk ke kawasan CFD," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta masih mempertimbangkan pembukaan kegiatan CFD di Ibu Kota selama PPKM level 1. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan wacana ini akan dipertimbangkan secara hati-hati.

"Terkait CFD sedang dipertimbangkan, karena CFD itu dapat menimbulkan kerumunan dan potensi COVID-19," kata Riza saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Minggu (7/11/2021).

Riza menyebut warga kerap berkerumun saat berkegiatan di CFD. Oleh karena itu, Pemprov akan memastikan prokes COVID-19 berjalan maksimal jika nantinya dibuka kembali.

Wacana pembukaan kegiatan CFD menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Seperti diketahui, CFD tak kunjung dibuka sekalipun DKI sudah berstatus PPKM level 1.

Salah satu warga bernama Reza (30) mengaku bersyukur banyak sektor olahraga yang mulai dilonggarkan saat PPKM level 1. Ke depan, dia berharap CFD dibuka kembali dengan syarat.

"Ini sih udah bagus, di level 1 sudah beberapa tempat dan lokasi yang diberikan pelonggaran, termasuk sarana olahraga, seperti di Senayan, orang bisa sepedaan juga," kata Reza saat ditemui di kawasan Sudirman, Minggu (7/11).

Namun, di sisi lain, ada juga warga yang kontra jika CFD kembali dibuka. Salah satunya warga bernama Dadang (47).

Dia tidak setuju Pemprov DKI membuka CFD. Pasalnya, penularan virus Corona masih terjadi sekalipun kasus COVID di Jakarta makin landai.

"Saya nggak setuju karena saya belum yakin Corona benar-benar hilang," tegas Dadang.

Dadang mencontohkan kawasan Sudirman-Thamrin sudah dipadati warga meskipun CFD ditiadakan. Bahkan tak jarang pula warga membuka masker saat berolahraga.

(taa/isa)