NasDem DKI Tak Ingin CFD Buru-buru Dibuka Kembali

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 05:40 WIB
Sekretaris Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh
Nova Harivan Paloh (dok. Istimewa/Foto diberikan oleh narasumber Nova Paloh)

Pro-Kontra Masyarakat soal CFD

Sebagaimana diketahui, wacana pembukaan kegiatan car free day (CFD) menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Seperti diketahui, CFD tak kunjung dibuka sekalipun DKI sudah berstatus PPKM level 1.

Salah satu warga bernama Reza (30) mengaku bersyukur banyak sektor olahraga yang mulai dilonggarkan saat PPKM level 1. Ke depan, dia berharap agar CFD dibuka kembali dengan syarat.

"Ini sih udah bagus, di level 1 sudah beberapa tempat dan lokasi yang diberikan pelonggaran, termasuk sarana olahraga, seperti di Senayan, orang bisa sepedaan juga," kata Reza saat ditemui di kawasan Sudirman, Minggu (7/11).

"Saya rasa mudah-mudahan bisa dipertahankan atau bisa dibuka lebih luas lagi, kalau bisa car free day seperti dulu diadakan lagi dengan prokes ketat," sambungnya.

Meskipun dibuka kembali, Reza meminta pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 saat CFD diperketat. Terutama terhadap tenant-tenant yang berjualan saat CFD.

Namun, di sisi lain, ada juga warga yang kontra jika CFD kembali dibuka. Salah satunya warga bernama Dadang (47).

Dia tidak setuju Pemprov DKI membuka CFD. Pasalnya, penularan virus Corona masih terjadi sekalipun kasus COVID di Jakarta semakin landai.

"Saya nggak setuju. Karena saya belum yakin Corona benar-benar hilang," tegas Dadang.

Dadang mencontohkan kawasan Sudirman-Thamrin sudah dipadati warga meskipun CFD ditiadakan. Bahkan, tak jarang pula warga membuka masker saat berolahraga.

"Dulunya saya tiap minggu ikut CFD, baik lari atau sepeda dan itu penuh dengan orang. Apalagi kalau di buka CFD. Ini nggak di buka aja udah penuh sih. Apalagi di CFD orang berolahraga, pasti akan mengurangi pemakaian masker," tuturnya.


(fas/imk)