Polisi Buat 2 Tanda di TKP Tabrak Lari yang Tewaskan Petinggi BUMN

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 10:22 WIB
Jakarta -

Polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus tabrak lari yang tewaskan petinggi BUMN Aris Kadarisman (45) di Jl Antasari, Jakarta Selatan. Sejumlah titik peristiwa kecelakaan telah diberi tanda oleh polisi.

Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (6/11/2021), sekitar pukul 09.15 WIB, setidaknya ada dua tanda kecelakaan yang dibuat polisi. Tanda pertama bergambar lingkaran dengan tanda silang di dalamnya.

Tidak jauh dari tanda pertama, terdapat satu tanda lagi. Tanda tersebut menyerupai wujud seseorang.

"Itu tanda korban ditabrak hingga terpental," kata salah satu petugas di lokasi.

Saat ini proses olah TKP belum dimulai. Olah TKP direncanakan akan digelar dengan metode traffic accident analysis (TAA).

Jajaran dari Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya dan Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan sendiri telah berada di lokasi. Olah TKP kasus tabrak lari yang tewaskan petinggi BUMN ini dipimpin langsung oleh Kasie Laka Lantas Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Eko Budi Setio Wahono.

Polisi telah menaikkan status pemobil yang menabrak petinggi BUMN, Aris Kadarisman (45), hingga tewas di Jl Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Pemobil itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tadi kita habis gelar (perkara) sementara untuk statusnya si penabrak kita sudah statuskan sebagai tersangka," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dihubungi, Jumat (5/11).

Argo mengatakan pelaku dijerat dengan dua pasal UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pemobil tersebut dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 soal kelalaian menyebabkan orang lain meninggal dan 312 soal tindakan melarikan diri.

Sejauh ini identitas pelaku tabrak lari yang tewaskan petinggi BUMN, Aris Kadarisman ini memang belum diketahui. Namun, Argo menyebut dari alat bukti yang dimiliki penyidik sudah cukup bukti untuk menetapkan pelaku sebagai tersangka.

"Identitasnya belum ada jadi kita masih menunggu hasil uji rekaman CCTV di Labfor," terang Argo.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.